BANTENEXPRES - Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Azka Nur Fauzi menilai Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan (Budparman) Kota Tangerang telah menghambur-hamburkan uang alias anggaran. Lantaran program maupun kegiatan dinas itu hanya seremonial.
Berbanding terbalik dengan anggaran yang cukup besar setiap tahunnya. Namun, output yang dihasilkan dinas tersebut tidak maksimal, menurutnya.
"Ya kalau saya nilai hanya menghabiskan anggaran setiap tahunnya. Ini kan sama saja menghambur-hamburkan uang rakyat," kata Azka ditemui di ruangnya, baru-baru ini.
Azka bilang, selama ini program-program maupun kegiatan yang dikerjakan Disbudparman Kota Tangerang hanya seremonial, seperti mengadakan festival-festival atau kegiatan kebudayaan hanya untuk meramaikan even itu sendiri.
"Ya ramai, ramai sekali setiap mereka bikin even. Tapi apa hasilnya buat Kota Tangerang mana output-nya dari kegiatan itu? Semua juga bisa membuat even kalau ada anggaranya," ujar dia.
"Lalu kemudian, bagaimana setiap even itu bisa menghasilkan sesuatu bagi daerah, bukan saja pada saat digelarnya even itu, tapi setelahnya bagaimana," sambung Azka.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangerang tidak bisa terus menerus membuat program/kegiatan yang bersifat seremonial. Namun harus benar-benar dapat dirasakan terukur bagi daerah dalam jangka panjang.
Pasalnya, banyak anggaran yang terpakai setiap mengadakan agenda (even). Di sisi lain, anggaran itu juga harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam rangka membangun Kota Tangerang, khususnya pariwisata, menurutnya.
"Sekarang gini deh, setiap mereka habis mengadakan kegiatan festival, seberapa besar wisatawan yang berkunjung ke Kota Tangerang untuk berwisata, lalu apa saja wisatanya yang dapat menghasilan PAD. Ini kan masih menjadi persoalan dan tugas Budparman selama ini," tutur dia.
"Dan, data-data itu pernah kami minta ke Budparman, sejauh mana program itu bisa terlaksana dengan anggaran yang cukup besar setiap tahunnya. Artinya Disbudpar Kota Tangerang harus benar-benar efektif dalam merancang program," kata dia.
Selain itu, ia mendorong Disbudparman Kota Tangerang untuk membangun studio produksi. Yang nantinya bisa difungsikan untuk membuat produksi sendiri tidak lagi menggunakan pihak luar.
Azka juga mempertanyakan dua mata anggaran Disbudparman Kota Tangerang pada program pemasaran pariwisata dalam dan luar negeri daya tarik destinasi dan kawasan strategis pariwisata kabupaten/kota yang menelan biaya Rp2,4 miliar, serta fasilitasi kegiatan pemasaran pariwisata baik dalam dan luar negeri pariwisata kabupaten/kota sebesar Rp2,4 miliar. Keduanya dalam anggaran tahun 2024 yang telah terealisasi.
"Anggaran sebesar itu hasilnya apa? Kita tidak melihat apa yang dimaksud pemasaran pariwisata itu bagaimana, buktinya tidak terlihat promosi mereka di bandara internasional Soekarno-Hatta," ucap Azka sembari menyatakan pihaknya akan mengevaluasi anggaran-anggaran Disbudparman tahun 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan (Budparman) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan enggan memberikan penjelasan saat dimintai komentar terkait anggaran diatas.
"Itu [anggaran] bukan tanggungjawab gue, gue kan baru, gak tahu," ucap Boyke sambil berlalu kepada awak media ini dalam kesempatan di Gedung DPRD, pekan kemarin.
Hal senada disampaikan Sekretaris Disbudparman Nana Cisyana enggan memberikan penjelasan. "Waduh jangan saya yah, pak Kadis aja," ujar dia ditemui di tempat yang sama, Gedung DPRD.
(ZIE/GUNG)
- Dicky-President of DHS Entertainment: Idul Adha Sarana Perkuat Solidaritas Sosial
- Idul Adha, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Supiani Sembelih 9 Sapi
- Pemprov Banten Sabet WTP 10 Kali Beruntun
- Anggota Komisi IV Apresiasi DPUPR Kota Tangerang Bebersih Kali Sabi
- Anggota Komisi III DPRD Soroti PR Kota Tangerang, Banjir dan Sampah
- Kabel Internet Udara Rusak Estetika Kota, Komisi I Desak Pemerintah Tindak Tegas
- Pemprov Banten Percepat Normalisasi Situ Bulakan Periuk Tangani Banjir





