BANTENEXPRES - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) mengalihkan sementara aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini berlaku selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (7-9 September 2026).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dindikbud Nomor: T-400.3.1/4237/Dindikbud/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai Langkah Kesiapsiagaan Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Selain itu, Dindikbud Provinsi Banten juga mengeluarkan Surat Nomor T-400.3.1/ 4238 /DINDIKBUD/2026 perihal Himbauan Pelaksanaan PJJ kepada Bupati/Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Provinsi Banten untuk seluruh Satuan Pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, SMP Negeri dan Swasta di seluruh wilayah Provinsi Banten.
Langkah ini diambil menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami erupsi dan berstatus Level III (Siaga) per Minggu (06/09).
Akibatnya, sebaran abu vulkanik mulai berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, ia sudah melakukan koordinasi kepada seluruh Kabupaten/Kota untuk melaksanakan PJJ pada setiap satuan pendidikan yang menjadi kewenangan masing-masing.
"Hal itu penting dilakukan untuk memastikan keselamatam dan kesehatan masyarakat," kata Andra Soni. "Kita sudah berkoordinasi untuk dilakukan PJJ selama tiga hari," lanjut sang Gubernur.
Selain itu, Andra Soni juga sudah memerintahkan kepada seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten untuk saling berkoordinasi menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan PJJ diterapkan untuk memastikan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh warga sekolah. Hal ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas arahan Bapak Gubernur Banten.
"Kami telah mengeluarkan surat edaran agar pelaksanaan PJJ segera diterapkan mengingat kondisi saat ini," terang Jamaluddin.
(MUH)
- IASI Wisuda D-III Kebidanan, Rektor: Siap Hadapi Tantangan Zaman
- Idup Komisi III Minta Gedung SMP Negeri di Cipondoh Ditambah
- Universitas Yuppentek Indonesia Wisuda Program Sarjana Ke-III, Cetak 153 Sarjana Berdaya Saing
- Aktivis GMNI Buka Taman Baca di Kain Terpal Protes Perpustakaan Mangkrak
- Sekolah Lakukan Titip Menitip Siswa SMA/SMK Akan Diberikan Sanksi Berat
- Capping Day IASI, Rektor: Siapkan Mahasiswa Calon Kebidanan di Dunia Lapangan
- Mendikdasmen Apresiasi Pemprov Banten Gratiskan Sekolah Swasta





