BANTENEXPRES - Sebanyak 21 orang mahasiswa D-III Program Studi Kebidanan, Institut Asyifa Indonesia (IASI) melakukan Penyematan dan Ucap Janji atau Capping Day yang dilaksanakan di Golden Tulip Hotel, Kota Tangerang, Senin (25/05).
Capping Day digelar sebagai dasar dimulainya para mahasiswa calon tenaga kesehatan untuk melakukan praktek setelah proses belajar teori di kampus selama satu (1) tahun belajar akademik.
Rektor Institut Asyifa Indonesia (IASI) Dr Mahmudin, menjelaskan, Capping Day adalah penyematan Cap bagi para calon tenaga kesehatan setelah melewati masa pembelajaran terori dan diteruskan ke pembelajaran praktek.
"Penyematan dan Ucap Janji (Capping Day) langsung disematkan oleh ketua umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tangerang," kata Mahmudin ditemui usai acara.
Ia berharap, setelah prosesi Capping Day dilaksanakan dapat menjadikan sebuah catatan, bahwasanya para mahasiswa yang menjalankan pendidikan D-III kebidanan tersebut, harus penuh dengan kesadaran, moralitas dan juga tanggung jawab tanpa memandang perbedaan dari setiap client-client yang di tangani.
Selain itu, lanjut dia, Capping Day ini pihaknya juga menekankan agar bagaimana mahasiswa kebidanan tidak hanya bergelut dalam dunia akademik, tapi juga bagaimana para mahasiswa mengembangkan institusi lembaga itu sendiri.
"Seperti dalam hal ini kita mengangkat Duta Kampus atau Duta Institut Asyifa Indonesia, yaitu Erin Ayu Riany," ungkapnya.
"Semoga proses ini bisa meningkatkan dan mendorong nama baik perguruan tinggi kita," sambung Mahmudin.
Mahmudin menyatakan Capping Day yang diikuti 21 mahasiswa ini untuk yang pertama kalinya alias angkatan perdana setelah perubahan akademik kebidanan menjadi Institut Asyifa Indonesia (IASI).
Program Capping Day IASI pertama kalinya ini diharapkan menjadi titik awal momentum, bahwa perguruan tinggi kesehatan tetap mengedepankan tentang etitut dan moralitas para mahasiswa menjadi tenaga calon kesehatan yang handal, berintegritas dan profesional.
"Di bawah Institut Asyifa Indonesia ini adalah angkatan yang pertama, tapi kalau dari akademik kebidanannya yaitu lahir sejak 2003. Jadi sudah 23 tahun yang lalu," ujarnya.
Menurutnya, Capping Day sangat penting karena sebagai bukti porses teori yang dijalankan setelah berjalan sesuai kurikulum dan akademik yang berlaku.
"Setelah itu menyiapkan seluruh mahasiswa setelah proses teori yaitu untuk menyiapkan terjun di dunia lapangan," Mahmudin menegaskan.
Pada agenda Capping Day ini juga dilakukan prosesi penandatanganan kerjasama (MoU) antara IASI dengan DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tangerang.
Duta Kampus Institut Asyifa Indonesia (IASI) Erin Ayu Riany, menambahkan dan berharap Institut Asyifa Indonesia (IASI) lebih berkembang pesat dan diterima publik.
"Lebih maju lagi berkembang dan IASI banyak lagi di kenal oleh masyarakat luas," ucap Erin tersenyum.
(ZIE)
- Mendikdasmen Apresiasi Pemprov Banten Gratiskan Sekolah Swasta
- Gubernur Banten Larang Keras Titip Menitip SPMB: Harus Jujur Transparan
- 10 Ruang Kelas SMAN 14 Kota Tangerang Belum Diperbaiki, Ade: Nunggu Tender
- Menggeser Anggaran Pendidikan Aktivis Kota Tangerang Tolak MBG
- Komisi II DPRD: Penurunan Kemiskinan Harus dengan Program Nyata
- Lindungi Anak dari Dampak Negatif, Sekolah di Banten Larang Gunakan HP
- Musda VIII KNPI Banten, Dimyati: Pemuda Penegak Persatuan Sekaligus Energi Pembangunan





