Pendidikan
Senin 27 April 2026 16:09
Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota/Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin-Maryono saat meninjau SMAN 14 pasca ambruk waktu lalu. (FOTO: dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Enam bulan pasca insiden ambruknya plafon akibat cuaca ekstrem, kondisi sejumlah ruang kelas di SMA Negeri 14 Kota Tangerang belum diperbaiki atau dibangun kembali. Hingga kini sebanyak 10 ruang kelas masih digunakan tanpa plafon sambil menunggu proses tender rehabilitasi dari Pemerintah Provinsi Banten.

‎Kepala SMAN 14 Kota Tangerang, Ade Gunawan, menjelaskan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan meski kondisi ruang kelas belum ideal. Sekolah terpaksa menggunakan ruang yang ada karena keterbatasan fasilitas.

‎"Kelas tetap dipakai, tapi memang tanpa plafon. Karena ruang kelas tidak ada lagi, jadi sementara kita gunakan yang ada," jelas Ade saat ditemui awak media ini, pada Kamis (23/04) kemarin. 

‎Ade mengatakan, plafon yang sebelumnya rusak sengaja diturunkan untuk menghindari risiko yang lebih besar. Langkah itu diambil sambil menunggu kejelasan perbaikan yang hingga kini masih bergantung pada proses tender.

‎Menurut Ade, pihak sekolah telah berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Bahkan, tim dari dinas sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi tidak lama setelah kejadian.

‎"Sudah dilaporkan ke dinas, bahkan Pak Daiman dari provinsi langsung turun mengecek. Awalnya yang diusulkan lima ruang, tapi setelah dilihat kondisinya, kami ajukan agar semuanya diperbaiki," ungkapnya. 

‎Lebih lanjut, Ia menuturkan, konsultan proyek juga sudah beberapa kali datang untuk melakukan pengecekan teknis. Namun, hingga kini belum ada kepastian waktu pelaksanaan karena masih menunggu proses lelang.

‎"Informasinya antara bulan Juni sampai Oktober 2026. Tapi itu juga belum pasti karena masih menunggu tender," kata dia lagi. 

‎Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni telah meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada Oktober 2025, pasca ambruknya plafon akibat hujan deras dan angin kencang. Dalam kunjungan itu, gubernur Andra Soni mengatakan proses perbaikan akan dilakukan pada tahun 2026.

‎Namun, hingga kini perbaikan belum terealisasi. Ade mengakui kondisi bangunan yang sebagian besar berdiri sejak 2008-an memang sudah tidak layak di beberapa bagian.

‎Meski demikian, ia memastikan sejauh ini kegiatan belajar masih berlangsung relatif aman. Insiden runtuhnya plafon sebelumnya terjadi di luar jam sekolah sehingga tidak menimbulkan korban.

‎Ade menambahkan, untuk perbaikan ringan, sekolah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, penggunaannya terbatas dan tidak bisa menyentuh perbaikan besar karena kewenangan sudah berada di tingkat provinsi.

‎Ade berharap proses tender segera rampung agar perbaikan dapat segera dimulai. Ia menilai kondisi saat ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut mengingat potensi risiko kerusakan yang lebih besar.

‎"Kami terus follow up. Harapannya tahun ini bisa dikerjakan semua, supaya anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman," Ade mengakhiri.

‎(ZIE/GUNG) 

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek