Ekonomi
Selasa 26 April 2022 14:36
Takjil salah satu menu untuk berbuka puasa yang kerap menjadi buruan masyarakat. (FOTO: Dok-IST)
\"Share

BANTENEXPRES - Bulan puasa Ramadan dirayakan oleh ummat Islam seluruh dunia pun di tanah air Indonesia. Bulan suci yang penuh berkah ini sayang bila dilewatkan begitu saja karena bulan ini adalah bulannya ampunan dosa-dosa.

Di Indonesia setiap menyambut datangnya bulan puasa Ramadan kerap diwarnai berbagai kegiatan yang tak lepas dari aktivitas puasa itu sendiri. Sholat tarawih hingga itikaf.

Selain itu ada juga kegiatan dan aktivitas lainnya yang sering dilakukan oleh kaum muslimin dan muslimah dalam menjalankan ibadah puasa, mulai dari ngabuburit sampai berbagi takjil.

Namun, tahukah Anda asal-usul dan istilah dalam kegiatan bulan Ramadan itu? Berikut istilah-istilah kegiatan puasa Ramadan yang dirangkum BantenExpres dari berbagai sumber.

Sahur (bahasa Arab), juga disebut Sehur, Sehri, Sahari dan Suhoor dalam bahasa lain. Adalah sebuah istilah Islam yang merujuk kepada aktivitas makan oleh umat Islam yang dilakukan pada dini hari bagi yang akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.

Sahur sebagai makan pagi cocok dengan Iftar sebagai makan malam, selama Ramadan, menggantikan makan tiga kali sehari (sarapan, makan siang dan makan malam), meskipun di beberapa tempat makan malam juga dikonsumsi setelah Iftar kemudian pada malam hari.

Sahur menjadi makanan terakhir yang dimakan oleh umat Islam sebelum berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam selama bulan Ramadan. Sahur dianggap oleh tradisi Islam sebagai manfaat berkah karena memungkinkan orang yang berpuasa untuk menghindari rasa malas atau kelemahan yang disebabkan oleh puasa.

Menurut sebuah hadist Sahih al-Bukhari, Anas bin Malik meriwayatkan, "Nabi bersabda, 'makan sahurlah karena ada berkah di dalamnya,".

Iftar (bahasa Arab) atau buka puasa, mengacu pada sebuah perjamuan saat Muslim berbuka puasa selama bulan Ramadan. Iftar adalah salah satu ibadah di bulan Ramadhan dan sering dilakukan oleh keluarga atau komunitas, dan orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama.

Iftar dilakukan tepat setelah waktu Magrib. Secara tradisional, kurma adalah hal pertama yang harus dikonsumsi ketika berbuka atau cemilan manis lainnya. Banyak Muslim percaya bahwa memberi makan orang buka puasa sebagai bentuk amal sangat bermanfaat dan yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Takjil adalah istilah umum yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti kolak pisang, sop buah, es campur, dan lain sebagainya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata takjil memiliki arti mempercepat dalam berbuka puasa.

Kata tersebut berakar dari kata 'ajila dalam bahasa Arab yang memiliki arti menyegerakan, sehingga takjil bermakna perintah untuk menyegerakan untuk berbuka puasa.

Dalam bahasa Minang, istilah takjil dikenal dengan pabukoan. Terdapat tradisi mengantarkan takjil dari menantu perempuan kepada mertuanya yang disebut dengan maanta pabukoan.

Ngabuburit atau mengabuburit adalah kegiatan menunggu adzan Magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan. Kegiatan ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu di taman. Selain itu, kegiatan ngabuburit juga dapat berupa kegiatan keagamaan seperti mendengarkan ceramah ataupun mengaji.

Dalam bahasa Minang, istilah ini dikenal dengan malengah puaso, yang berarti melakukan kegiatan untuk mengalihkan rasa haus dan lapar karena berpuasa.

Menurut Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), Ngabuburit adalah lakuran (serapan) dalam bahasa Sunda dari ngalantung ngadagoan burit, yang artinya bersantai-santai sambil menunggu waktu sore.

Kata dasarnya, burit, berarti sore hari. Waktu ini biasanya antara usai salat Ashar hingga sebelum matahari terbenam. Akan tetapi, menurut sumber lainnya, ngabuburit berasal dari kata burit saja (bukan merupakan lakuran) yang mendapatkan imbuhan dan pengulangan suku kata pertama.

Beberapa contoh kata bahasa Sunda lainnya yang memiliki unsur morfologis serupa, yakni ngabeubeurang (menunggu siang hari), ngabebetah (nyaman) dan ngadeudeket (dekat).

Di daerah seluruh Indonesia juga mungkin ada istilah lain dalam melakukan kegiatan atau aktivistas selama berpuasa. Dan yang terpenting jangan lupa zakat fitrah, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita selama puasa Ramadan. Amin Allahumma Aaminn.

(GUNG/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek