Ekonomi
Senin 15 Juni 2026 14:07
Komisi I DPRD Kota Tangerang memberikan keterangan usai mendengarkan keluhan warga perumahan Ayodhya. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Komisi I DPRD Kota Tangerang menerima puluhan warga dari perumahan Ayodhya untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait persoalan pemutusan air bersih yang dilakukan sepihak oleh manajemen perumahan. 

‎RDP langsung dipimpin Ketua Komisi I Junadi didamping dua anggotanya, Agus Anshori dan Holilah, di ruang rapat Badan Anggaran, Jumat (12/06) sore. 

‎Junadi menjelaskan, RDP dengan warga perumahan Ayodhya merupakan kedua kalinya digelar. Ia mengatakan warga memprotes diputusnya aliran air bersih di perumahan yang berlokasi di Cikokol, Kelurahan Kelapa Indah Kecamatan Tangerang. 

‎"Laporan masyarakat tadi bahwa ada penggunaan air bersih diputus oleh manajemen," Junadi menjelaskan kepada wartawan usai RDP. 

‎Ia mengatakan, suplai air bersih oleh PDAM Tirta Benteng (BUMD) Kota Tangerang, namun pengelolaanya dilakukan oleh Ayodhya.  

‎Pihaknya menyangkan Manajemen Ayodhya tidak hadir dalam rapat dengar pendapat hari itu. Lantaran, lanjut dia, ada kesibukan lain. Oleh karenanya Komisi I akan kembali menjadwalkan ulang RDP. 

‎"Makanya hari ini kita belum bisa memutuskan apa-apa, karena mereka tidak hadir. Tapi kami sudah mendengarkan pandangan-pandangan dari pengadu (warga), PDAM dan Perkim termasuk dari Camat," terang dia. 

‎Kedepan, kata dia, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terutama Manajemen Ayodhya untuk memastikan kapan mereka bisa hadir guna membereskan persoalan air bersih. 

‎"Nanti kita akan bersurat lagi ke Manajemen Ayodhya," ujar Junadi. 

‎Junadi juga mengatakan, Intake di perumahan Ayodhya merupakan milik PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang yang dikelola secara bekerja sama. 

‎"Dia hanya mendapatkan royalti sebesar 9 persen dari penjualan air. Nanti kita panggil lagi kita sidak sekalian," tutup politisi partai Gerindra itu. 

‎Anggota Komisi I Agus Anshori menambahkan, sejak awal warga perumahan Ayodhya kecewa terhadap Manajemen karena tidak ada ketransparanan dari pembayaran IPL. 

‎"Sehingga menimbulkan kekecewaan warga. Sehinga pembayaran itu berkurang dan terjadilah diputusnya aliran air bersih itu," kata Agus. 

‎Salah satu perwakilan warga perumahan Ayodhya mengatakan rasa terima kasih kepada jajaran Komisi I DPRD Kota Tangerang yang sudah mendengarkan keluhan warga. 

‎"Sudah menerima kami, mendengarkan keluh kesah kami. Mudah-mudahan ini menjadi amal baik dan manfaat bagi Kota Tangerang, terima kasih," kata perwakilan warga. 

‎Digelarnya rapat dengar pendapat dengan wakil-wakil rakyat itu, warga berharap dapat membuka tabir-tabir di perumahan Ayodhya yang selama ini tidak tersentuh. 

‎Mereka juga berharap Komisi I DPRD Kota Tangerang dapat segera menyelesaikan persoalan itu. Agar warga kembali mendapatkan fasilitas yang nyaman, seperti air bersih. 

‎(ZIE) 

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek