Ekonomi
Rabu 28 Mei 2025 15:17
Rombongan Komisi IV DPRD Kota Tangerang saat melakukan sidak ke proyek revitalisasi Pasar Anyar. (FOTO: dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten telah melakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) Pasar Anyar. Dengan ditandatanganinya BASTO ini menandai serah terima operasional proyek revitalisasi gedung Pasar Anyar, dari Kementerian PU ke Pemkot Tangerang. 

‎Penandatanganan BASTO dilakukan langsung oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Luciana Angelin Naura, di Ruang Rapat Wali Kota Tangerang pada Jumat (23/05).

‎Paska diserahkan itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Apanuddin berharap dan meminta agar pengelola untuk tetap memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada di Pasar Anyar.

‎"Karena kita waktu sidak itu ada beberapa temuan kekurangan-kekurangan di gedung Pasar Anyar tersebut, dan itu kita minta tetap diperhatikan agar maksimal," kata Jalu, panggilan dia dimintai komentarnya, Selasa (27/05).

‎Kekurangan tersebut, ungkap dia, masih ada kebocoran-kebocoran, cat-cat dinding yang kurang sesuai di beberapa gedung atau kios yang akan segera di tempati para pedagang.

‎Untuk itu, ia meminta agar BPPW memperbaiki sebelum di tempati para pedang. Sehingga kenyamanan Pasar Anyar terjaga.

‎"Khawatir ini kalau tidak diperbaiki sekarang akan berdampak besar ke depannya," ujar politisi Partai Gerindra ini.

‎Pihaknya berharap tim BPPW dapat melihat adanya kendala-kendala di finishing pembangunan proyek revitalisasi Pasar Anyar tersebut.

‎"Proyek ini kan juga ada yang namanya masa perawatan setelah selesai, nah ini kita meminta agar penerima manfaat (pedagang) juga memberikan masukan-masukan kalau perlu langsung ke BPPW," tuturnya.

‎"Jadi mana yang menjadi kendala, kekurangan sehingga di masa dalam perawatan ini menjadi optimal dan maksimal dalam pembangunan itu untuk para pedagang," sambung Jalu menegaskan.

‎Sementara itu, Sekretaris Komisi IV Nurhadi meminta BPPW untuk tidak mengabaikan keselamatan para pedagang Pasar Anyar oleh karena adanya kekurangan temuan Komisi IV.

‎"Jangan sampai terburu-buru lalu mengabaikan adanya kekurangan itu.  khawatir berdampak kepada para penerima manfaat, para pedangan kedepannya," ujar Nurhadi kepada BantenExpres, Rabu (28/05).

‎Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan revitalisasi Pasar Anyar di pusat Kota Tangerang yang menelan anggaran Rp123 miliar itu masuk salah satu program strategis nasional (PSN).

‎Oleh karena itu, Nurhadi juga mengapresiasi pembangunan Pasar Anyar itu yang menurutnya warga Kota Tangerang mesti bersyukur atas adanya pembangunan revitalisasi Pasar Anyar.

‎"Karena itu juga telah membangun Kota Tangerang menjadi lebih tertata, rapih dan fasilitas yang memadai. Jangan sampai ada pemandangan yang kumuh di pusat Kota Tangerang," ucap dia.

‎"Artinya dengan adanya revitalisasinya itu juga merubah wajah Kota Tangerang yang lebih tertib. Ada yang dibanggakan walaupun masih ada kekurangan-kekurangan," imbuhnya.

‎Di akhir, Nurhadi juga mendorong agar warga Kota Tangerang untuk selalu berbelanja di Pasar Anyar oleh karena banyak produk-produk lokal hasil UMKM.

‎"Karena sudah ada pasar yang telah dibangun oleh pemerintah, maka kita juga perlu menyosialisasikan, di promosikan ke warga Kota Tangerang bahwa kita punya Pasar Anyar yang lebih bagus dan modern," tutup Nurhadi.

(ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek