BANTENEXPRES - Ratusan warga Perumahan Pinang Griya Permai, Kecamatan Pinang, antusias mendatangi layanan bus kesehatan keliling yang digelar oleh PDI Perjuangan Kota Tangerang, Sabtu (14/02). Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi untuk mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis dari tim medis.
Kegiatan sosial ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, konsultasi dokter umum, hingga pemberian obat secara cuma-cuma alias gratis.
Bus kesehatan yang dilengkapi fasilitas medis tersebut menjadi magnet bagi masyarakat, khususnya lansia dan ibu rumah tangga yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara kader partai dan masyarakat. Warga terlihat tertib mengantre dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran pelayanan.
Salah satu warga, Siti (45), mengaku terbantu dengan adanya layanan ini. "Alhamdulillah sangat membantu. Biasanya kalau mau cek kesehatan harus ke puskesmas atau klinik, sekarang bisa gratis dan dekat dari rumah," ujarnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Gatot Wibowo menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PDI Perjuangan untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.
"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau. Ini bentuk kepedulian nyata kepada warga," kata Gatot di lokasi kegiatan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang ini mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk seluruh kader yang harus selalu berada di tengah masyarakat.
"Ini juga sebagai bentuk gotong royong serta upaya membangun empati seluruh kader partai," kata dia.
PDI Perjuangan Kawal Aktivasi 87 Ribu BPJS Warga
Selain memberikan cek kesehatan dan pengobatan gratis, PDI Perjuangan juga menaruh perhatian serius pada isu layanan kesehatan di Kota Tangerang. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 87.000 data kesehatan atau kepesertaan BPJS warga yang nonaktif per Februari 2026.
Wakil Ketua PDI Perjuangan Kota Tangerang yang juga Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang, Gesuri Bintang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPJS Cabang Tangerang.
"Kami memastikan bahwa APBD Kota Tangerang sanggup untuk meng-cover warga yang dinonaktifkan tersebut, yang nantinya akan dialihkan secara bertahap ke PBI APBD," jelas Gesuri.
Ia menambahkan, partai telah menerjunkan 15 relawan kesehatan bersertifikat DPP untuk melakukan aksi 'jemput bola' guna membantu warga yang kesulitan mengecek keaktifan BPJS mereka.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Wanto Sugito, menekankan bahwa kehadiran kader partai bertujuan memastikan pelayanan publik tetap berjalan pasca bencana.
"Kami membawa tim medis dan relawan dari Baguna (Badan Penanggulangan Bencana). Harapannya masyarakat tidak merasa sendirian," kata Wanto.
(MAN/ZIE)
- Begini Cara Mengaktifkan Kembali PBI BPJS Kesehatan yang Mati
- Kisah Pilu Ibu Habibah Warga Mekarsari Saat PBI BPJS Kesehatan Tetiba Mati
- Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang Klarifikasi Video Viral Penolakan Pasien BPJS Kesehatan: Tidak Benar!
- Banjir Melanda, Pemkot Tangerang Dirikan Posko Kesehatan di 10 Lokasi
- HKN Ke-61, Gubernur Banten: Kesehatan adalah Investasi Jangka Panjang
- Tunggakan BPJS Akan Dihapus, Harapan Baru Keluarga Rentan Peroleh Akses Jaminan Kesehatan
- PMI Kota Tangerang Raih Peringkat Pertama JUMBARA 2025 Tingkat Banten





