Ekonomi
Selasa 07 Januari 2020 10:02
Banjir bandang di Lebak di awal tahun baru 2020 membawa dukayang cukup dalam. (FOTO: Istimewa)
\"Share

LEBAK - Seluas 245 hektare areal sawah di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terdampak banjir pada Rabu (1/1/2020), sehingga tanaman padi yang berusia rata-rata tujuh hari setelah tanam itu tertutup lumpur dan bebatuan.

"Semua areal persawahan itu berubah fungsi menjadi aliran sungai akibat banjir bandang dan dipenuhi material bebatuan lumpur," kata Nanang, petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Senin (06/01).

Berdasarkan data seluas 245 hektare di delapan desa tersebut sudah tidak bisa difungsikan kembali untuk dilakukan budi daya tanaman pangan. Kedelapan desa itu antara lain Desa Haur Gajrug seluas 47 hektare.

Kemudian Bintangsari 35 hektare, Bintangresmi 40 hektare, Cipanas 28 hektare, Luhurjaya 35 hektare, Sipayung 20 hektare, Talagahiang 10 hektare dan Sukasari 30 hektare.

“Areal persawahan yang rusak itu lokasinya berafa di tepi bantaran Sungai Ciberang," ujarnya.

BACA JUGA: Korban Bencana Banjir di Banten Akan Dibuatkan Hunian Tetap

Kerusakan areal persawahan itu tentu secara otomatis menyebabkan produksi pangan di daerah ini menurun. Kerusakan sawah seluas 245 hektare masuk kategori permanen, karena lokasinya sudah berubah menjadi aliran sungai dan dipenuhi material bebatuan lumpur, menurut dia.

“Kami sudah melaporkan kerusakan areal persawahan itu ke pemerintah daerah agar dapat mencari solusi karena Cipanas merupakan daerah sentra pangan di Banten," kata dia.

Sejumlah petani di Desa Bintangresmi, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak mengatakan masih bingung bagaimana merehabilitasi areal sawah yang sudah dipenuhi lumpur dan bebatuan itu.

"Kami kehilangan seluas dua hektare sawah dan sulit untuk difungsikan kembali menjadi sawah," kata Ujang, seorang petani warga Desa Bintangresmi Kecamatan Cipanas.

Dilansir kantor berita Antara, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan banjir bandang telah merusak areal padi di enam kecamatan yaitu di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Curugbitung, Cimarga dan Maja.

"Kami hingga kini belum menerima data akurat kerusakan areal persawahan karena masih dilakukan pendataan," katanya. (RHMT)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek