Olahraga
Selasa 14 Oktober 2025 21:16
Lapangan Bulu Tangkis salah satu fasilitas GOR Ar-Riyadhah Perumnas I Karawaci Kota Tangerang. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Puluhan penggiat olahraga yang tergabung dalam Komunitas Olahraga GOR Perumnas I Karawaci Tangerang, melakukan gerakan penandatanganan penolakan keberatan atas rencana GOR-Gedung Serbaguna Ar-Riyadhah dialihfungsikan sebagai gudang arsip oleh Pemkot Tangerang. 

‎Penolakan keberatan tersebut tertuang dalam surat yang akan di kirimkan ke Wali Kota Tangerang dengan beberapa poin tuntutan. 

‎Menurut mereka, GOR yang berlokasi di Jalan Ciujung Raya, Kelurahan Karawaci Kota Tangerang tersebut memiliki banyak manfaat. Seperti fungsi sosial dan pendidikan, pembinaan generasi muda dalam bidang olahraga, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, serta tempat kegiatan sosial, budaya, maupun keagamaan.

‎"Alih fungsi menjadi gudang arsip akan menghilangkan ruang pembinaan serta kegiatan sosial masyarakat," petikan surat keberatan tersebut yang diterima BantenExpres, Selasa (14/10). 

‎Masih dalam surat itu, GOR yang berada di kawasan pusat pendidikan Islamic Center (Iscen) yang sudah lama berdiri, juga sebagai sarana kesehatan dan kebersamaan olahraga dan kegiatan masyarakat. 

‎"Hilangnya fasilitas ini akan berdampak negatif terhadap kehidupan sosial masyarakat," lanjut bunyi petikan surat tersebut. 

‎Selain itu, GOR itu berfungsi sebagai tempat pembinaan atlet dan wadah kreativitas pemuda. Jika dialihfungsikan, akan merugikan perkembangan olahraga, seni, dan budaya di Kota Tangerang.

‎Tak kalah pentingnya, GOR tersebut dibangun menggunakan anggaran negara/daerah, sehingga seyogyanya dipergunakan untuk kepentingan masyarakat luas. 

‎"Alih fungsi menjadi gudang arsip mengurangi akses publik terhadap fasilitas umum yang seharusnya dijaga dan dipertahankan," masih dalam surat itu. 

‎Untuk itulah, Komunitas Olahraga GOR Karawaci Perumnas I Tangerang Ar-Riyadhah, mendesak Wali Kota Tangerang untuk meninjau kembali rencana alih fungsi Gedung Olahraga dan Gedung Serbaguna menjadi gudang arsip.

‎Mereka juga menyampaikan bahwa masih banyak tempat alternatif lokasi lain yang lebih layak untuk penyimpanan arsip tanpa mengorbankan fasilitas publik yang sudah ada. 

‎Sementara itu, tokoh masyarakat Karawaci, Ust Amirudin menyampaikan, sangat disayangkan bila GOR Serbaguna Ar-Riyadhah yang selama ini digunakan sebagai fasilitas publik--kepentingan bersama dijadikan gudang arsip. 

‎Menurut dia, GOR tersebut sudah puluhan tahun berdiri sejak era pemerintahan Wali Kota Tangerang Zakaria Mahmud, maka tidak elok jika beralih fungsi sebagai gudang arsip. 

‎"Ini sama saja tidak menghargai pemimpin terdahulu. Mestinya ini GOR dikelola dengan baik, dibagusin sarana prasarananya. Maupun manajemenya," kata Amirudin berbincang dengan awak media ini. 

‎Dia bilang, hak pemerintah untuk membangun. Namun demikian ia mengingatkan bahwa fasilitas publik yang sudah ada mestinya dirawat, dijaga dengan baik bukan malah dialihfungsikan. 

‎Maka ia berharap pemerintah yang punya kewenangan dan kebijakan untuk mengkaji ulang adanya rencana gedung serbaguna GOR Ar-Riyadhah dijadikan gudang arsip. 

‎"Memang itu hak pemerintah, haknya dinas. Tapi saya rasa akan lebih baik yang sudah ada dijaga, dirawat. Diperbaiki sarana prasaranana manajemenya," ucapnya. 

‎"Saya malah punya usul dan ini sudah saya sampaikan secara pribadi kepada Wali Kota Pak Sachrudin, gudang arsip bisa menggunakan gedung di belakang GOR ini yang memang sudah lama ada tapi tidak digunakan, malah terbengkalai. Kan sayang, daripada gedung serbaguna ini jadi gudang arsip," paparnya. 

‎Amirudin menambahkan, GOR-Gedung Serbaguna Ar-Riyadhah hampir setahun ini sudah tidak bisa digunakan lagi untuk fasilitas publik. Lantaran akan dialihfungsikan sebagai gudang arsip. "Sudah kayak kuburan bang," tutup Amirudin. 

‎(ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek