Kesehatan
Senin 07 Oktober 2019 08:24
Bupati Tangerang Zaki Iskandar dalam suatu kesempatan bersam Joko Widodo. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG - Percepatan pencegahan anak kerdil atau sering disebut stunting, akibat kekurangan gizi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan berbagai langkah-langkah yang terus dilakukan guna mengatasi stunting di Kabupaten Tangerang terus menurun.

Demikian disampaikan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, saat menghadiri penutupan Rapat Koordinasi Teknis Mendorong Konvergensi Program Percepatan Pencegahan Anak Kerdil akibat stunting, di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (03/10) kemarin.

Zaki mengatakan, peran pemerintah dalam penurunan stunting di Kabupaten Tangerang sangatlah penting.

"Penanganan stunting perlu kita kenali dengan pendekatan kearifan lokal dan pemanfaatan makanan lokal, serta perlu sinergi berbagai lembaga dalam upaya pencapaian penurunan stunting di Kabupaten Tangerang," ucap Zaki dalam keterangan tertulisnya, di Tangerang, Senin (07/10).

Hal lain dalam mengatasi penurunan stunting di Kabupaten Tangerang, antaranya juga terus mendorong agar dilaksanakan seperti memfasilitasi pembinaan, pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut percepatan pencegahan stunting.

BACA JUGA: Bupati Tangerang Ingatkan Bahaya DBD

Sementara, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan III, Eduard Sigalingging menyampaikan, bahwa pemerintah sangat serius dalam mengatasi penurunan stunting di Indonesia.

Eduard juga mengimbau para kepala daerah agar dalam masalah penanganan stunting, tak lupa melibatkan komunikasi dengan tokoh masyarakat.

"Saya harapkan kerja samanya, dan kita terbuka bila para kepala daerah bisa bersama-sama bersinergi antara pusat dan daerah, sehingga efektif dan efisien dalam menangani stunting di Indonesia," kata Eduard.

Dikutip dari situs Kemenkes, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1.000 Hari Pertama Kelahiran). Nah lalu apa penyebabnya? Hal ini karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. (EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek