Ekonomi
Sabtu 10 Januari 2026 09:24
Aksi mahasiswa UMJ membuang sampah di halaman Puspemkot Tangsel sebagai bentuk protes krisis pengelolaan sampah di kota ini. (FOTO: dok-Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Selama masa tanggap darurat, sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dibuang ke Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kuota pembuangan sampah di PT Aspex Kumbong, Jalan Raya Narogong KM 26 per hari sebanyak 200 ton.

‎"450 ribu (rupiah). Ya (per ton)," ungkap Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan kepada awak media usai rapat koordinasi di Puspemkot, Jumat (09/01).

‎Maka setiap harinya Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel harus membayar biaya pengelolaan sampah di tempat pengolahan limbah atau tipping fee sebesar Rp90 juta per hari. 

‎Pembuangan sampah asal Tangsel ke PT Aspex Kumbong sudah diketahui Kementerian Lingkungan Hidup. ‎"Dan KLH tahu dan mendukung," ucap Pilar.

‎Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan solusi jangka pendek. Tujuannya agar sampah tidak menumpuk di ruang-ruang publik.

‎Pilar menjelaskan rencana membangun fasilitas mesin pencacah sampah di TPA Cipeucang, Serpong pun membutuhkan waktu. Pemkot Tangsel harus punya lahan 5000 meter persegi. Masyarakat sekitar juga mesti diajak berdiskusi.

‎"Sekarang belanja lahan juga kan masyarakat ada proses. Belanja lahan tuh enggak serta merta sekarang beli besok buang," terang dia.

‎Kemudian, lanjut Pilar, rencana proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Cipeucang membutuhkan lahan seluas 5 hektare. Maka solusi jangka pendek sampah di Tangsel dibuang ke Cileungsi.

‎"Tapi ada batasnya dong. Kita cari kerja sama yang paling efektif, efisien mana yang paling menguntungkan," kata dia lagi.

‎Diketahui, masalah sampah perkotaan di Tangsel terus menjadi sorotan. Gunungan serta ceceran sampah banyak terlihat di berbagai sudut ruas jalan umum hingga pemukiman warga.

‎Pangkal masalahnya karena TPA Cipeucang ditutup sejak 8 Desember 2025. Akibat tidak diangkut terjadi penumpukan sampah.

‎Krisis pengelolaan sampah di Kota Tangsel ini membuat aktivis mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) membuang sampah dari truk di depan halaman Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel), sebagai bentuk protes munculnya persoalan sampah akhir-akhir ini, Kamis (08/01).

‎Presiden Mahasiswa UMJ, Ikbal mengatakan, Pemkot Tangsel terlalu berlarut-larut dalam pengolahan sampah di wilayah tersebut. Mahasiswa meminta agar pemkot setempat jangan bekerja sama dengan swasta, melainkan dengan masyarakat.

‎"Swastanya siapa? Siapa yang diuntungkan? Masyarakat dapat apa? Jangan kerja sama dengan swasta, kerja sama dengan masyarakatnya. Munculkan edukasi-edukasi terkait pengolahan sampah," cetus Ikbal seraya menilai pengolahan sampah di Tangsel dianggap bukan gagap lagi, melainkan gagal. 

‎(GUNG/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek