Ekonomi
Rabu 27 Mei 2020 07:42
Tb Saptani di foto booth Presiden Joko Widodo. (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - New Normal merupakan kebijakan yang penuh dengan resiko. Bila ada pilihan lain. Coba pikirkan lagi kebijakan New Normal sebelum dilontarkan ke publik. Demikian disampaikan aktivis sosial budaya Banten, Tubagus Saptani Suria.

Sebagai rakyat, kita akan mendukung setiap kebijakan pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19. Meskipun saat ini, kita rasakan penerapan PSBB tidak optimal dilaksanakan dan dipatuhi oleh komponen masyarakat, kata dia.

Dari data yang dipublish pemerintah kenaikan angka yang terpapar pandemi Covid-19 justru meningkat tajam. Bisa jadi per hari ini kenaikannya lebih tinggi lagi, sementara PSBB sudah diterapkan sampai tahap ke tiga. Segala upaya pencegahan agar kurva yang terpapar bisa turun. Namun Faktanya berbicara lain.

“Tentu saja ini sangat membingungkan kita semua. Tapi ya sudahlah, apa mau dikata. Semuanya sudah jadi fakta dan data serta ikhtiar semua unsur,” ujar Tubagus kepada BantenExpres di Tangerang, Selasa (26/05).

Kita tunggu langkah pemerintah selanjutnya, pasca PSBB yang berantakan dalam pelaksanaannya. Sekarang kita dengar pemerintah mau menerapkan kebijakan New Normal untuk bisa hidup berdampingan dan berdamai dengan pandemi Covid-19, sambung dia.

BACA JUGA: New Normal, 340 Ribu Aparat Fokus di Empat Provinsi

Kita tidak ingin rakyat tambah bingung dan semakin cuek dengan pemerintah. Akibatnya, apapun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terlontar ungkapan rakyat #IndonesiaTerserah, menurut dia lagi.

“Ungkapan #IndonesiaTerserah harus kita baca secara utuh. Bahwa ada sikap kecewa dari rakyat terhadap sikap tidak tegas pemerintah dalam segala kebijakan pencegahan pandemi Covid-19. Bentuk kekecewaan rakyat harus menjadi pertimbangan serius dari pemerintah sebelum melontarkan kebijakan yang akan dikeluarkan,” Tb berkata.

Karena semua kebijakan pada titik akhirnya rakyatlah yang menjalani dan terkena dampak dari kebijakan tersebut.

“Menurut hemat saya lagi, sebelum kebijakan New Normal diterapkan, alangkah baiknya pemerintah melakukan beberapa hal. Pertama, pemerintah harus mengevaluasi total terhadap pelaksanaan PSBB yang tidak maksimal hasilnya dalam pencegahan Covid-19. Karena malah angkah positif menjadi meningkat,” tutur dia.

Kedua, pemerintah harus memastikan program pengamanan sosial berjalan tepat sasaran. Pastikan semua rakyat harus mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah selama pandemi Covid-19 ini masih menjadi wabah yang membahayakan keselamatan warga bila warga melakukan New Normal

BACA JUGA: Klasemen Corona di Banten Pasca Lebaran

Ketiga, pemerintah harus memastikan semua perangkat negara siap melindungi nyawa warga agar tidak menjadi persoalan serius ketika kebijakan tersebut dijalankan. Dan Keempat, sekali lagi kebutuhan pangan warga harus dijamin sepenuhnya oleh pemerintah.

“Saya kira, tanpa kesiapan empat hal tersebut kebijakan sebagus apapun yang pemerintah keluarkan hasilnya tetap saja ambyar,” tandas Tubagus Saptani yang juga diketahui salah satu pendukung Presiden Joko Widodo.

Pemerintah mulai menerapkan New Normal dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. Kebijakan ini akan diterapkan pada 1 Juni 2020, dan disebut-sebut sebagai jurus pamungkas selamatkan ekonomi Indonesia saat pandemi.

Sepanjang hari kemarin, Selasa (26/05), Presiden Jokowi telah meninjau kesiapan penerapan prosedur New Normal di sarana publik. 

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan akan dikerahkan ribuan pasukan TNI dan Polri pada sejumlah lokasi yang menjadi pusat keramaian. Ini untuk lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan PSBB.

Panduan bekerja di situasi New Normal tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek