Opini
28/11/2015 09:38
Masjid Agung Banten Lama sebagai Icon Banten telah menjadi pusat kebudayaan Banten. Kekuatannya mampu 'menyihir' berbagai kalangan untuk menikmati kawasan kesultanan ini. (FOTO: Azie Stianegara)
\"Share

APA KABAR BANTEN ?. Usiamu kini sudah tidak lagi anak-anak, 15 tahun sudah. Usia remaja yang cukup matang, cantik, anggun dan menarik bagi siapa saja yang memandang. Sungguh daya tarikmu memikat pria-pria ganteng. Banten, ibarat seorang gadis begitu sedap dipandang, dipuja semua orang.

Masa remaja penuh kreatif, sensitif, massif dalam mencari jati dirinya. Semua mata tertuju kepadanya dan berharap akan mendapatkan senyumanya, sapaanya atau mungkin mengharapkan pelukannya. Banten, engkau sangat mempesona, setiap insan berharap akan cinta-mu.

Namun, banyak pula yang berbisik, kecantikanya semanis madu tapi berbisa. Demikian ungkapan hati seorang pria melihat dan mengagumi keindahan Provinsi Banten. Banten bak seorang kembang desa. Juga mampu membuat para 'pendekar' dari penjuru negeri melirik Banten yang cantik.

Banten sejak “bercerai” dari Jawa Barat 15 tahun lalu telah “melahirkan” 3 (tiga) orang pemimpin (Gubernur-red). Joko Mundandar, Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno. Ketiganya dipilih langsung oleh masyarakat Banten secara demokratis melalui pemilihan kepala daerah, 2000, 2006 dan 2011. Dugaan melakukan tindak pidana korupsi oleh Ratu Atut Chosiyah membuat Rano Karno menggantikan posisi “Sang Ratu” sebagai Gubernur Banten.

Kini, kembali Banten akan menggelar perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilgub Banten) pada tahun 2017 mendatang, pilkada serentak. Digadang-gadang banyak sudah antusiasme para bakal calon bersiap-siap mengikuti hajatan lima tahunan ini, untuk memperebutkan “kursi emas” B1 (Gubernur Banten).

Hasil pengamatan dilapangan, terlihat “Pendekar Cisadane” WH (Wahidin Halim) mantan Walikota Tangerang yang kini duduk di senayan sebagai anggota DPR-RI Komisi II, kuat disinyalir akan kembali meramaikan bursa pilgub Banten nanti. Hal tersebut tampak dari baliho-baliho raksaksa menampilkan foto dirinya yang menghiasi wajah Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan).

WH, pada pilgub Banten 2011 yang lalu berpasangan dengan Irna Narulita dikalahkan pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno. Akankah kali ini keberuntungan politik WH pada Pilgub Banten mendatang terwujud? seperti ia terpilih menjadi wakil rakyat disenayan sana, bila benar WH ingin kembali tampil menjadi calon Gubernur Banten (?).

Kemudian santer terdengar “Pendekar Banten Selatan”, Mulyadi Jayabaya, mantan Bupati Lebak yang kini menjabat sebagai ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten, juga disebut-sebut sebagai salahsatu bakal calon kuat Gubernur. Tak bisa dipungkiri, keberadaan sosok seorang Jayabaya sangat berpengaruh dan mengakar di tanah jawara, Banten. Kepemimpinanya sudah tidak dapat diragukan lagi oleh publik Banten Selatan (Lebak, Pandeglang), dan kekuatan politiknya sangat mengakar. Hal tersebut terlihat anaknya, Iti Oktavia Jayabaya yang kini menggantikan sosoknya di pemerintahan Lebak, sebagai Bupati.

Pun, dengan terpilihnya Mulyadi Jayabaya menjabat sebagai ketua Kadin Banten sangat potensional dan menjadi modal besar politiknya, dapur politik terbuka lebar. Mengutip pengamat politik. Kekuatan dan kepopuleran seorang tokoh/figure sekaligus jabatan akan berpengaruh signifikan, namum belum tentu akan menjamin keberhasilan, kesuksesan. Diperlukan kerjakeras secara massif, terstruktur dan terorganize, pun dengan modal finansial sangat menunjang, tentunya.

Kita tunggu, mampukah “Pendekar Banten Selatan” Mulyadi Jayabaya bertarung dan memenangkan “turnamen” lima tahunan ini di Banten?, dengan segenap “kesaktian” yang dimiliknya, untuk membendung “Pendekar Cisadane”? dan juga pendekar-pendekar lainnya di Banten yang siap mengikuti pertarungan ?.

Sementara itu, sosok tangguh “Pendekar Betawi” Rano Karno, jangan coba-coba dipandang sebelah mata oleh para pendekar di tanah jawara, Banten. Keberadanan Rano Karno lebih dulu populer dibandingkan dengan kedua tokoh diatas. Tidak dapat dipungkiri, Rano Karno sebagai seorang Aktor senior yang kini menjelma sebagai seorang politikus telah malang melintang terjun didunia politik mampu mencuri perhatian publik Banten.

Apalagi, Bang Doel begitu ia disapa, kini telah “menguasai” segmentasi pemerintahan di Banten. Modal yang sangat menjanjikan untuk ia kembali bertarung pada Pilgub mendatang. Plus dukungan partai politiknya (PDI-P) yang tengah berkuasa menjadi modal besar bagi Si Doel.

Rano Karno menjadi Gubernur Banten tak lain karena “jatuhnya” seorang Ratu Atut Chosiyah atas dugaan tindak pidana korupsi, sehingga Rano Karno atas perintah Undang-undang menduduki “Kursi Emas”, Gubernur Banten.

Dan, yang kudu diperhatikan oleh semua kandidat pendekar (bakal calon -red), siapapun calonya apapun partai dan sponsornya. Budaya dan karakter masyarakat Banten pada umumnya tidak bisa dengan serta merta dengan mudah untuk dipegang. Masayarakat Banten masih ‘keukeh’ menganut karakter ‘Manut’. Manut kepada “orangtua”, ulama, kyai ketimbang dengan umaro. Mereka tidak akan terbui dengan rayuan ala politikus. ‘Adat’ inilah yang masih dipegang kuat oleh kebanyakan masyarakat Banten.

Terlepas hal tersebut, siapapun yang bakal maju menjadi calon gubernur dan atau wakil gubernur mendatang, harus bisa memberikan rasa kepercayaan yang tinggi kepada publik Banten, tidak hanya bumbu-bumbu politik praktis. Pasalnya, Banten walau begitu cantik namun terpuruk, kata pengamat politik.

Berbagai ladang persoalan tertumpuk disana, infrastruktur, pendidikan, kesehatan ekonomi dan lainnya masih menjadi persoalan yang hingga saat ini belum bisa teratasi. Pengangguran, kemiskinan serta tingkat kesejahteraan masih menjadi musuh besar bagi yang akan menduduki posisi penting di Banten.

Kita semua menunggu gebrakan-gebrakan mereka, akankah pesona dan buaian mereka mampu memikat publik Banten. Saat ini publik Banten membutuhkan seorang sahabat tidak hanya seorang umaro (pemimpin), yang bisa diajak ngobrol sekedar untuk meluapkan keluh kesah atas ketidakberdayaan selama ini.

KITA BERDOA SEMOGA PEMIMPIN BANTEN MENDATANG PUNYA CINTA, UNTUK MENYAYANGI MASYARAKATNYA. TIDAK SEKEDAR PUNYA PRESTASI POLITIK YANG PENUH INTRIK, PUBLIK SUDAH MUAK. BANTEN YANG CANTIK, BOLEH DILIRIK JANGAN DIRUSAK.

Berita Terkait

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek