BANTENEXPRES - Politisi senior Partai NasDem, Anggiat Shitohang mengatakan Kota Tangerang telah berusia 33 tahun. Namun, menurutnya kota yang dikenal dengan seribu industri sejuta jasa ini masih memiliki pekerjaan rumah yang klasik, yakni banjir.
"Kota Tangerang udah umur 33 tahun tapi banjir aja. Ujan kecil aja gak bisa diatasin," kata Tulang panggilan akrabnya usai rapat paripurna DPRD Kota Tangerang dalam rangka HUT ke-33 Kota Tangerang, Sabtu (28/02).
Tulang kemudian mempertanyakan kemana para tenaga ahli yang bergelar insinyur di pemerintah Kota Tangerang.
"Kemana para tenaga ahli yang bergelar insinyur itu di Kota Tangerang. Itu aja pertanyaanya, ngapain ditanya yang lain," kata anggota Komisi III ini.
Menurutnya banjir yang kerap melanda wilayah-wilayah di Kota Tangerang sampai hari ini tidak bisa diatasi.
"Ya kan? Itu yang perlu dipertanyakan. Apa karena tidak fokus menanganinya, atau karena apa? Kan gitu," ujar dia.
"Enggak fokus," cetus Tulang. "Fokusnya di kali Sipon," Ketua Komisi III Sumarti menimpali.
Selain banjir, Tulang juga mengkritisi persoalan sampah yang dihadapi Kota Tangerang.
Menurutnya, persoalan sampah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia bukan hanya Kota Tangerang.
Ia mengatakan, kalau persoalan sampah tidak bisa diharapkan oleh pemerintah kota melainkan melalui pemerintah Provinsi Banten.
"Pemerintah Provinsi Banten harus membangun TPA regional, jadi se-Banten ada TPA-nya," kata wakil rakyat asal dapil V yang wilayahnya kerap menjadi langganan banjir ini, Periuk.
Tulang mengatakan kalau TPA itu dibuat oleh masing-masing wilayah tidak akan mampu, mengingat produksi sampah perhari bisa ribuan ton belum lagi lahan yang terbatas.
"Apalagi seperti Kota Tangerang, TPA-nya lahanya terbatas. Sementara volume sampah semakin hari makin bertambah," ujarnya lagi.
Untuk mengatasi persoalan sampah itu, Tulang meminta Gubernur Banten untuk segera membangun TPA regional.
"Mau di Ujung Kulon sana kek, atau di mana kek. Bangun itu TPA regional," tegas dia.
Tulang mengungkapkan pada periode sebelumnya saat dia duduk di Komisi IV yang membidangi lingkungan, ia sudah membicarakan hal itu bersama Pemerintah Provinsi Banten.
Namun sampai sekarang, kata dia, tidak ada realisasinya. Ia pun menyatakan akan kembali membahas itu bersama anggota DPRD yang lain untuk mendorong ke provinsi.
"Kita pernah sonding itu dengan provinsi tahun 2014 yang lalu. Eranya Gubernur Atut, kita udah pernah sonding supaya buat TPA regional," ungkap dia.
Saat ini TPA Kota Tangerang sudah over capacity. Dan tidak ada lahan lagi, menurut dia.
"TPA Rawakucing kalau boleh saya katakan posisinya udah enggak strategis, karena disamping bandara yang merupakan gerbang wajah Indonesia," tegas Tulang menutup.
Sementara itu, pimpinan DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto menyampaikan, Kota Tangerang diusia ke-33 tahun sudah banyak pencapaian.
Menurut dia, usia 33 usia yang cukup matang. Oleh karenanya ia berharap Pemerintah Kota Tangerang bisa membuat sebuah terobosan yang maksimal yang langsung dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Berbagai macam program-lah. Ya intinya adalah bagaimana supaya masyarakat Kota Tangerang bisa bekerja semaksimal mungkin," ujar dia kepada awak media ini usai rapat paripurna.
Turidi mengatakan, Kota Tangerang masih memiliki tiga tugas, "Pertama, persoalan kemacetan atau lalulintas, kemudian masalah sampah dan ketiga terkait persoalan banjir," kata dia.
Ia mendorong kepada pemerintah Kota Tangerang lewat APBD dalam penanganan memaksimalkan persoalan masalah banjir maupun sampah tersebut melalui program-program terukur.
(ZIE/GUNG)
- Seba Baduy 2026 Banten Menarik Perhatian Kedutaan Besar Negara Asing
- Berikut Jadwal Seba Baduy 2026: Lebak-Pandeglang-Serang
- Gubernur Banten Rayakan Idulfitri Bersama Yatim Piatu dan Dhuafa
- Jalanan Rusak di Kota Tangerang Sachrudin Salahkan Air: Musuh Bebuyutan Aspal
- Banjir, Macet Hingga Jalan Rusak Mendegradasi Sachrudin, Pengamat: Tiga Dinas Under Perform, Berantakan!
- Wali Kota Tangerang Diminta Mundur Jika Tidak Mampu Atasi Banjir
- HUT ke-33 Kota Tangerang FAM Soroti Kinerja Sachrudin-Maryono: Dari Anggaran, Banjir hingga Sampah





