BANTENEXPRES - Wilayah Baduy Dalam, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Banten, akan ditutup selama 3 bulan mulai 20 Januari 2026. Penutupan dilakukan karena masyarakat Baduy memasuki Bulan Kawalu, sebuah periode sakral dalam penanggalan adat Baduy yang memiliki makna penting dalam kehidupan spiritual dan budaya mereka.
Pengumuman resmi tentang penutupan ini dikeluarkan oleh Kantor Kepala Desa Adat Kenekes pada 7 Januari 2026. Dalam surat itu, disebutkan bahwa Bulan Kawalu akan dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026 dan berlangsung selama tiga bulan adat.
"Kami minta pengunjung, wisatawan, agar mematuhi larangan memasuki perkampungan Baduy Dalam, terdiri dari Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana," terang Tetua Adat yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, Ahad (11/01).
"Ritual Kawalu wajib dilaksanakan, karena sifatnya sakral dan tertutup bagi pengunjung wisatawan," sambung dia.
Penutupan kawasan adat Suku Baduy Dalam berlangsung selama tiga bulan untuk pelaksanaan ritual Kawalu dimulai pada Selasa (20/01) bertepatan dengan 1 Kawalu Tembeuy menurut penanggalan adat Baduy hingga Maret mendatang
Selama ritual Kawalu, lanjutnya, kawasan Baduy Dalam ditutup dan melarang pengunjung wisatawan, termasuk masyarakat luar. Namun diperbolehkan memasuki Baduy Dalam jika ada keperluan khusus atau mendesak, seperti pejabat, tetapi jumlahnya sangat terbatas.
Untuk urusan khusus, kata dia, perorangan dengan maksimal 10 orang masih diizinkan masuk perkampungan.
Jaro Oom mengatakan tradisi Kawalu merupakan warisan nenek moyang yang sejak turun temurun wajib dilaksanakan setiap tahun selama tiga bulan dengan puasa seharian.
"Dalam ritual Kawalu itu, masyarakat Baduy Dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," ujar Jaro Oom.
Ia mengatakan kawasan Suku Baduy Luar masih diperbolehkan dikunjungi untuk kegiatan wisata budaya dan studi lapangan meski Kawalu.
Perkampungan Baduy Luar yang tetap dapat dikunjungi, antara lain Kampung Kaduketug 1, Cipondok, Kaduketug 2 dan 3, Lebak Jeruk, Balimbing, Marengo, Cikua, Gajeboh, Kadujangkung, Kadugede, Karahkal, Cempaka, Cijanar, Ciranji, serta Lebak Huni.
Penetapan Bulan Kawalu dan pembatasan kunjungan merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian kearifan lokal suku Baduy.
Setelah Bulan Kawalu, menyusul tradisi Seba Baduy, di mana masyarakat Baduy, yang terdiri Baduy Luar dan Baduy Dalam membawa hasil bumi sebagai ungkapan syukur kepada Ibu Gede (Bupati) dan Bapak Gede (Gubernur).
(MUH/GUNG)
- Program Sachrudin-Maryono Tidak Maksimal selama 2025, Pengamat Politik: Segera Reshuffle Kabinetnya
- Pengamat Politik Soroti Kinerja DPRD Kota Tangerang Selama 2025: Hilang Kritisnya Fasilitas Doang Super Wow
- Gubernur Banten Larang Kembang Api Rayakan Tahun Baru, Wali Kota Tangerang Ajak Berdoa
- Solidaritas Lintas Daerah, Banten Bergerak untuk Sumatera Padang hingga Aceh
- Luncurkan Maskot dan Kick-off HPN 2026, Banten Siap Jadi Tuan Rumah Puncak Peringatan
- Ancaman Geopolitik Global, Warek UYI Minta Generasi Muda Waspada
- Olimpiade Madrasah, Romo: Kami Ingin Buktikan Bawa Islam Juga Tentang Sains dan Teknologi


.jpg)


