Lapsus
Kamis 01 Januari 2026 15:18
Sachrudin-Maryono mengacungkan gaya metal sebagai simbol program unggulannya 3G pada kampanye damai Pilkada 2024 lalu. (FOTO: dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Sachrudin-Maryono hampir setahun memimpin Kota Tangerang sejak mereka dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang periode 2025-2030, pada Kamis tanggal 19 Februari 2025 yang lalu. 

‎Pasangan yang didukung partai Golkar dan PDI Perjuangan serta beberapa partai pengusung lainnya pada Pilkada 2024 ini memiliki program unggulan, yakni "3G". Gampang Sekolah, Gampang Kerja dan Gampang Sembako. 

‎Program tersebut sejalan dengan visi misi Sachrudin-Mayono dalam RPJMD selama lima tahun mendatang untuk menjalankan roda pemerintahan Kota Tangerang. 

‎Program monumental "3G" tersebut sudah mulai bagus, on the treck. Tetapi pencapaianya tidak maksimal selama tahun 2025. 

‎Hal tersebut menurut pengamat politik Adib Miftahul dikarenakan oleh awak organisasi OPD di kabinet Sachrudin-Maryono itu sendiri. 

‎"Maka kebutuhan Sachrudin-Maryono adalah segera me-reshuffle awak kabinetnya itu," ujar Adib kepada BantenExpres saat dimintai pandangan kinerja Sachrudin-Maryono selama tahun 2025.

‎Oleh karena capaian target tidak maksimal yang dikerjakan oleh para OPD sampai dengan level Kepala Bidang (Kabid), maka ia meminta untuk segera dilakukan perombakan pergantian kabinet Sachrudin-Maryono. 

‎"Itu penyakit awal yang sering saya sampaikan. Jadi betul-betul Sachrudin-Maryono harus punya team work yang bisa diajak berlari cepat," tegas Adib. 

‎"Agar program 3G betul-betul memang monumental. Monumental itu artinya program yang besar tapi bisa betul-betul dirasakan oleh masyarakat," sambung dia menekankan. 

‎Sachrudin-Maryono harus bisa memilih awak-awak kabinetnya (baca-OPD) sampai dengan level Kepala Bidang. Orang-orang yang mengerti capaian target mereka, pandang Adib. 

‎Menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini, perombakan atau mutasi jabatan di kabinet Sachrudin-Maryono itu sangat penting. 

‎Lebih lanjut, Adib mengatakan, Sachrudin-Maryono harus lebih jeli lagi soal proyeksi skala prioritas terhadap anggaran yang dibutuhkan. 

‎"Proyeksi urgenitas pembangunan apa yang harus dikejar, itu yang saya kira kedepan anggarannya harus ditambah lagi," kata dia. 

‎"Memang sudah on the treck, bagaimana penanganan banjir, penanganan infrastruktur, bagaimana pendampingan terhadap UMKM. Sudah on the treck menurut saya tapi anggaranya perlu diprioritaskan," tuturnya. 

‎Lanjutnya, disitulah kemudian Sachrudin-Maryono bisa memotret sebetulnya apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Tangerang. 

‎Adib juga bilang, anggaran-anggaran aspirasi yang selama ini terselubung dari para anggota dewan harus diseleksi. Karena, menurutnya lagi hal itu sebenarnya cuman mendompleng saja, yang ujung-ujungnya program/kegiatan itu tidaklah urgent

‎"Tetapi karena memang banyak oknum anggota dewan ini untuk menyenangkan konstituennya, anggaran-anggaran seperti itu biasanya lolos," kata dia. 

‎"Sekarang, untuk mencapai itu, saya kira Sachrudin-Maryono harus semaksimal mungkin, mana anggaran proyeksi yang memang betul-betul skala prioritas yang dibutuhkan oleh publik Kota Tangerang," tegas Adib menandasi. 

‎(ZIE/GUNG) 

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek