BANTENEXPRES - Sachrudin-Maryono hampir setahun memimpin Kota Tangerang sejak mereka dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang periode 2025-2030, pada Kamis tanggal 19 Februari 2025 yang lalu.
Pasangan yang didukung partai Golkar dan PDI Perjuangan serta beberapa partai pengusung lainnya pada Pilkada 2024 ini memiliki program unggulan, yakni "3G". Gampang Sekolah, Gampang Kerja dan Gampang Sembako.
Program tersebut sejalan dengan visi misi Sachrudin-Mayono dalam RPJMD selama lima tahun mendatang untuk menjalankan roda pemerintahan Kota Tangerang.
Program monumental "3G" tersebut sudah mulai bagus, on the treck. Tetapi pencapaianya tidak maksimal selama tahun 2025.
Hal tersebut menurut pengamat politik Adib Miftahul dikarenakan oleh awak organisasi OPD di kabinet Sachrudin-Maryono itu sendiri.
"Maka kebutuhan Sachrudin-Maryono adalah segera me-reshuffle awak kabinetnya itu," ujar Adib kepada BantenExpres saat dimintai pandangan kinerja Sachrudin-Maryono selama tahun 2025.
Oleh karena capaian target tidak maksimal yang dikerjakan oleh para OPD sampai dengan level Kepala Bidang (Kabid), maka ia meminta untuk segera dilakukan perombakan pergantian kabinet Sachrudin-Maryono.
"Itu penyakit awal yang sering saya sampaikan. Jadi betul-betul Sachrudin-Maryono harus punya team work yang bisa diajak berlari cepat," tegas Adib.
"Agar program 3G betul-betul memang monumental. Monumental itu artinya program yang besar tapi bisa betul-betul dirasakan oleh masyarakat," sambung dia menekankan.
Sachrudin-Maryono harus bisa memilih awak-awak kabinetnya (baca-OPD) sampai dengan level Kepala Bidang. Orang-orang yang mengerti capaian target mereka, pandang Adib.
Menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini, perombakan atau mutasi jabatan di kabinet Sachrudin-Maryono itu sangat penting.
Lebih lanjut, Adib mengatakan, Sachrudin-Maryono harus lebih jeli lagi soal proyeksi skala prioritas terhadap anggaran yang dibutuhkan.
"Proyeksi urgenitas pembangunan apa yang harus dikejar, itu yang saya kira kedepan anggarannya harus ditambah lagi," kata dia.
"Memang sudah on the treck, bagaimana penanganan banjir, penanganan infrastruktur, bagaimana pendampingan terhadap UMKM. Sudah on the treck menurut saya tapi anggaranya perlu diprioritaskan," tuturnya.
Lanjutnya, disitulah kemudian Sachrudin-Maryono bisa memotret sebetulnya apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Tangerang.
Adib juga bilang, anggaran-anggaran aspirasi yang selama ini terselubung dari para anggota dewan harus diseleksi. Karena, menurutnya lagi hal itu sebenarnya cuman mendompleng saja, yang ujung-ujungnya program/kegiatan itu tidaklah urgent.
"Tetapi karena memang banyak oknum anggota dewan ini untuk menyenangkan konstituennya, anggaran-anggaran seperti itu biasanya lolos," kata dia.
"Sekarang, untuk mencapai itu, saya kira Sachrudin-Maryono harus semaksimal mungkin, mana anggaran proyeksi yang memang betul-betul skala prioritas yang dibutuhkan oleh publik Kota Tangerang," tegas Adib menandasi.
(ZIE/GUNG)
- Bulan Kawalu, Baduy Dalam Ditutup Selama Tiga Bulan Bagi Wisatawan
- Pengamat Politik Soroti Kinerja DPRD Kota Tangerang Selama 2025: Hilang Kritisnya Fasilitas Doang Super Wow
- Gubernur Banten Larang Kembang Api Rayakan Tahun Baru, Wali Kota Tangerang Ajak Berdoa
- Solidaritas Lintas Daerah, Banten Bergerak untuk Sumatera Padang hingga Aceh
- Luncurkan Maskot dan Kick-off HPN 2026, Banten Siap Jadi Tuan Rumah Puncak Peringatan
- Ancaman Geopolitik Global, Warek UYI Minta Generasi Muda Waspada
- Olimpiade Madrasah, Romo: Kami Ingin Buktikan Bawa Islam Juga Tentang Sains dan Teknologi


.jpg)


