Nasional
Jumat 13 Februari 2026 12:47
Presiden Prabowo saat akan memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (09/02). (FOTO: SetPres)
\"Share

BANTENEXPRES - Presiden Prabowo Subianto mengatakan ada pihak yang menudingnya menghabiskan uang negara dalam program makan bergizi gratis (MBG). Prabowo menepis tudingan itu karena MBG menggunakan anggaran hasil efisiensi.

‎"Ya kita hadapi kampanye luar biasa menjelek-jelekkan mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang. Padahal, saudara-saudara, uang ini adalah hasil penghematan," ujar Prabowo dalam peresmian SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/02).

‎Prabowo menyebut anggaran itu dihemat agar tak digunakan untuk kegiatan yang menurutnya tidak penting. Dia mengatakan uang tersebut akan dikorupsi jika tak dihemat.

‎"Hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi," ujarnya.

‎Ketua Umum Partai Gerindra ini menyindir praktik penggelembungan anggaran yang kerap terjadi. Menurutnya, hasil efisiensi tersebut dialihkan untuk program MBG.

‎"Budaya menghabiskan anggaran, budaya menggelembungkan anggaran, budaya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif, tidak ada manfaat bagi bangsa, negara dan rakyat, itu terus dilaksanakan. Rapat-rapat di hotel di luar kota, seminar-seminar, konferensi-konferensi, kunjungan-kunjungan yang tidak bermanfaat. Rakyat ditipu, rakyat dibohongi, ini yang kita hemat, kita alihkan untuk hal seperti ini," tururnya.

‎"Waktu saya melancarkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam," imbuh orang nomor satu di Republik ini. 

‎Orang-orang yang menghina Prabowo ini disebut meramal proyek MBG pasti gagal. ‎"Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya," ujar Prabowo sambil tertawa kecil. 

‎Oleh karena itu, Prabowo meminta kepada Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, untuk mengumpulkan video-video yang meramalkan kegagalan itu.  

‎"Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal, program ini menghambur-hamburkan uang," sambungnya. 

‎Prabowo menengarai ada operasi tertentu yang sedang dijalankan untuk menjelek-jelekkan dirinya. 

‎"Operasi ini, kampanye ini, menjelek-jelekkan Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat," cetus eks Komandan Jenderal Kopassus dan Panglima Kostrad ini. 

‎(GUNG) 

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek