BANTENEXPRES - Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap upaya pengurangan risiko bencana. Salah satunya dengan melakukan pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang dengan melibatkan seluruh unsur elemen masyarakat.
Deklarasi FPRB digelar dalam Kongres Pertama langsung dilakukan oleh Kalak BPBD Kota Tangerang Mahdiar, dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Andri S Permana, Ketua Komisi IV Supiani, serta elemen masyarakat lainnya, di Kantor BPBD Kota Tangerang, Jumat (26/12) malam.
Mahdiar mengatakan upaya pengurangan risiko bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau BPBD saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, lintas sektor dan lintas generasi, melalui pendekatan pentahelix.
"Setiap unsur memiliki kekuatan dan kapasitas masing-masing yang jika disinergikan akan membentuk jejaring kolaborasi yang kokoh dan berkelanjutan," kata Mahdiar dihadapan peserta Kongres.
Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang yang sejalan dengan amanat Undang–Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan PP Nomor 21 Tahun 2008.
Mahdiar bilang, forum tersebut merupakan wadah koordinasi nonformal, namun memiliki peran yang sangat strategis dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana secara menyeluruh.
"FPRB hadir bukan hanya sebagai simbol komitmen, melainkan sebagai strategi nyata membangun masyarakat dan wilayah yang tangguh terhadap bencana dan akan menjadi mitra penting pemerintah daerah, baik dalam aspek mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana," papar dia.
"Inilah salah satu pondasi penting menuju pembangunan Kota Tangerang yang berkelanjutan dan berketahanan," tegas Mahdiar.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil ketua DPRD Kota Tangerang Andri menuturkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) berfungsi sebagai mitra strategis Pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan di daerah.
"Tujuannya adalah membentuk pola koordinasi multisektor dalam upaya pengurangan resiko bencana. Mendorong keterlibatan aktif seluruh unsur," kata politisi PDI Perjuangan ini.
Menurutnya bencana adalah urusan bersama untuk kemanusiaan, kolaborasi yang sinergi dan harmonis antar stakeholder terkait penanggulangan bencana akan menguatkan tercapainya tujuan Kota Tangerang yang Tangguh Bencana.
Pada kongres pertama tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Supiani terpilih menjadi ketua Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang masa bakti 2026-2029. Supiani dipilih dan disepati oleh seluruh peserta Kongres yang melibatkan seluruh unsur yang hadir.
Dalam Sambutannya H. Supiani mengatakan bahwasannya ini akan menjadi tanggung jawab yang besar sekaligus menjadi jalan untuk terwujudnya mimpinya untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat luas Khususnya Kota Tangerang.
"Ini merupakan tanggung jawab yang besar sekaligus menjadi jalan terwujudnya mimpi-mimpi saya agar hidup bisa berguna bagi masyarakat luas," ucap Supiani dalam sambutannya.
"Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh peserta forum yang sudah mempercayai saya agar untuk bersama sama bekerja untuk ketangguhan bencana di Kota Tangerang," kata politisi partai Golkar ini.
(ZIE/FW)
- Politikus PKB Minta KPK Usut Tuntas Semua yang Terlibat Kasus Korupsi Kuota Haji
- BREAKING NEWS: KPK Tangkap Lima Orang di Tangerang Banten
- Warga Tangerang Laporkan Konten Kreator ke Polisi Atas Ujaran Rasis Etnis Sunda
- Panitia Pemilihan RW 07 Karawaci Baru Menolak Calon Sesuai Aturan Perwal
- Dilaporkan ke Kejaksaan Kadis Jamaluddin Bantah Ada Temuan BPK
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Temukan Sederet Permasalahan Penanganan Sampah
- Kepala Desa Kanekes Minta Polisi Segera Tangkap Perampok Revan Baduy


.jpg)


