Pendidikan
Selasa 03 Maret 2020 09:18
Summer Camp, wisata alam Banksasuci, di bilangan Cibodas Tangerang. (FOTO: Dok BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi pada Senin (02/03), mengumumkan dua orang warga Depok Jawa Barat positif terkena virus vorona alias [Covid-19]. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Menyikapi dampak mengerikan dari virus corona yang juga menjadi perhatian dunia ini, aktivis Kota Tangerang Ade Yunus meminta Dinas Pendidikan di Kota Tangerang khususnya dan Banten umumnya, untuk sementara waktu menunda perjalanan belajar yang akan dilakukan para pelajar diluar kota (study tour/outing class), SMA/SMP/SD hingga tingkat TK.

"Setelah resmi diumumkan kemarin, tentu menjadi perhatian kita bersama. Demi mengantisipasi dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, baiknya study tour/outing class keluar kota ditunda terlebih dahulu," kata Ade yang juga konsen terhadap dunia pendidikan ini.

Ade juga meminta agar pihak sekolah tidak memaksakan diri untuk memberangkatkan siswa siswinya berangkat melakukan study tour, bahkan sampai ada yang ke luar kota.

"Bukan takut berlebihan, namun upaya preventif perlu dilakukan, demi siswa dan sekolah juga," tegasnya.

BACA JUGA: Banten Siap Siaga Hadapi Corona, Berikut Call Center di Kota Tangerang

Di dalam Kota Tangerang sendiri, lanjut Ade, banyak tempat yang bisa dijadikan untuk study tour dan literasi bagi para pelajar yang bagus, salah satunya Kawasan Banksasuci di bilangan Cibodas.

"Padahal Pemerintah Kota Tangerang sudah membangun banyak taman-taman tematik, ini kan bagus buat dijadikan objek wisata edukasi bagi sekolah bagi palajar. Ngapain juga harus keluar kota, coba tengok ke Banksasuci wisata alam yang mengedukasi, gratis pula,” ujarnya pada BantenExpres di Tangerang, Selasa (03/03).

“Belum lagi para orang tua wali murid yang mengeluarkan kocek, kasihan kan. Jadi, sayang kalau di Kota Tangerang sendiri fasilitas sudah banyak, sudah bagus, tapi tidak dimanfaatkan maksimal, lantas buat apa," demikian Ade Yunus menutup.

Hal senada juga disampaikan pegiat literasi Tangerang Banten, Budi Sabarudin, dengan meminta agar Dinas Pendidikan daerah harus ambil kebijakan moratorium.

“Sekolah itu benteng terakhir untuk melestarikan dongeng. Cuman, jaman sekarang mana ada anak yang demen dongeng. Sekolahan lebih demen ajak anak-anak didiknya ke luar,” kata Kang Budi-sapaan akrabnya, pria yang sudah keliling nusantara untuk sedekah dongeng dari sekolah ke sekolah ini. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek