Nasional
Minggu 01 Maret 2020 13:28
Presiden Joko Widodo pada kesempatan di kediaman Wapres Maruf Amin, Tanara Serang. (DOK: BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES - Presiden RI Joko Widodo meminta para pendidik--baik guru maupun dosen segera meninggalkan cara-cara yang usang. Mereka pun diminta untuk menciptakan metode pembelajaran baru. 

"Seluruh lembaga pendidikan sekolah, universitas, termasuk UIN dan madrasah harus memperbaharui kurikulum. Harus membuat tonggak-tonggak pelajaran baru," cetus Presiden pada awak media, Sabtu (29/02).

Pembaharuan itu, kata dia harus dilakukan tak hanya untuk sekadar mengikuti perkembangan zaman, tapi juga untuk menciptakan kemampuan baru yaitu hybrid skill.

"Harus punya kompetensi-kompetensi baru. Tidak hanya soft skill tapi juga hybrid skill. Keterampilan teknis dan keterampilan sosial harus berinovasi," pinta Presiden. 

BACA JUGA: Diminta, Pemerintah Perhatikan Forum TBM di Daerah

Hal ini, menurut Jokowi ini bertujuan untuk mengejar kebutuhan di era digital yang semakin maju.

"Saya sering mengingatkan. Dunia sudah berubah. Super cepat. Cara-cara lama yang sudah usang, cara-cara lama cepat usang. Skill-skill baru dan cara-cara baru sangat dibutuhkan saat ini," kata politisi PDI Perjuangan ini dikutip laman CNNIndonesia, Ahad (01/03).

Pernyataan Presiden Jokowi itu disampaikannya di depan para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) saat menghadiri pengukuhan Guru Besar Kiai Asep Syaifuddin Chalim, di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya Jawa Timur. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek