BANTENEXPRES - Presiden RI Joko Widodo meminta para pendidik--baik guru maupun dosen segera meninggalkan cara-cara yang usang. Mereka pun diminta untuk menciptakan metode pembelajaran baru.
"Seluruh lembaga pendidikan sekolah, universitas, termasuk UIN dan madrasah harus memperbaharui kurikulum. Harus membuat tonggak-tonggak pelajaran baru," cetus Presiden pada awak media, Sabtu (29/02).
Pembaharuan itu, kata dia harus dilakukan tak hanya untuk sekadar mengikuti perkembangan zaman, tapi juga untuk menciptakan kemampuan baru yaitu hybrid skill.
"Harus punya kompetensi-kompetensi baru. Tidak hanya soft skill tapi juga hybrid skill. Keterampilan teknis dan keterampilan sosial harus berinovasi," pinta Presiden.
BACA JUGA: Diminta, Pemerintah Perhatikan Forum TBM di Daerah
Hal ini, menurut Jokowi ini bertujuan untuk mengejar kebutuhan di era digital yang semakin maju.
"Saya sering mengingatkan. Dunia sudah berubah. Super cepat. Cara-cara lama yang sudah usang, cara-cara lama cepat usang. Skill-skill baru dan cara-cara baru sangat dibutuhkan saat ini," kata politisi PDI Perjuangan ini dikutip laman CNNIndonesia, Ahad (01/03).
Pernyataan Presiden Jokowi itu disampaikannya di depan para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) saat menghadiri pengukuhan Guru Besar Kiai Asep Syaifuddin Chalim, di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya Jawa Timur. (GUNG)
- Politisi Golkar Soroti Perhatian Negara Masih Rendah pada Nasib dan Kesejahteraan Guru
- Komisi III Apresiasi Polri Berantas Judol Jaringan Internasional
- Politisi PDI-P: Negara Tidak Punya Hak Tentukan Siapa Aktivis HAM
- Bakom Qodari Soroti Beda Aturan Penyebaran Media Massa dan Medsos
- 557 Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret di Akmil Magelang
- Tetapkan WFH ASN setiap Jumat, Pemerintah Pangkas Perjalanan Dinas 50 Persen
- MUI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Keterlibatan Indonesia dalam BoP





