BANTENEXPRES - Warga di Gang Buntu RT.01/04, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang mengeluhkan debu-debu dan asap dari pabrik pengolahan minyak sawit atau CPO. Debu tersebut berasal dari pembakaran CPO yang menggunakan batu bara.
Salah satu tokoh masyarakat sekitar, Didi mengungkapkan, rumah-rumah warga sudah lama terkena dampak limbah pabrik berupa debu-debu hitam yang membuat ketidaknyamanan.
"Sudah lama bang kami terdampak pabrik ini, parah debunya. Sudah berulang kali kami meminta agar ada perhatian dari pabrik supaya ada perbaikan, tapi sampai sekarang gak ada," jelas Uca panggilan akrab pria yang rumahnya sangat dekat dengan pabrik.
Ia bersama warga mendesak pabrik agar ada solusi namun sampai tahun 2026 ini tidak pernah ditepati pengelola pabrik. Uca mengatakan pihak pabrik hanya janji-janji saja.
"Kemarin nemui saya juga bang perwakilan pabrik. Ya tapi ngomongnya begitu melalu katanya mau di perbaiki," ungkapnya.
Menurutnya, semakin hari debu-debu dan asap pabrik semakin membuat warga resah dan tidak nyaman karena khwatir terdampak yang lebih besar lagi yakni kepada kesehatan.
"Lihat aja bang debunya hitam begini. Setiap hari kalau malam terasa sekali debu-debu batu bara ini masuk ke rumah kami. Setiap hari kami bersih-bersih, gimana kalau terdampak bagi kesehatan kami bang?," ujar dia melalui sambungan telepon, Kamis (04/06).
Uca mengaku warga sangat resah akibat limbah batu bara itu. Kata dia, limbah batu baru berupa debu dan asap juga bisa mengganggu pernafasan.
Dalam waktu dekat ia akan melayangkan laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup hingga ke Wali Kota Tangerang.
"Ya kami akan melaporkan ke Dinas LH dan pak Wali Kota Tangerang. Habis gimana bang sudah lama kita hidup terdampak limbah ini, kan bahaya," kata dia.
Uca berharap Pemerintah Kota Tangerang bisa mengatasi persoalan itu dan memberikan sanksi tegas bila pabrik terbukti lalai terhadap lingkungan.
"Kalau masih begini terus kami minta tutup saja pabriknya. Kami sudah kesal bang, parah ini," lirih Uca.
Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Alfian Natsir Rafi mengaku belum mendapatkan informasi terkait adanya pabrik yang diduga mencemari lingkungan hingga dikeluhkan warga.
Meski demikian, Politisi PPP ini mengaku akan segera mengecek informasi yang beredar luas tersebut.
"Terus terang saya belum ada informasi bang, baik dari warga maupun kelurahan atau kecamatan. Baru tahu dari abang ini sekarang," ujar Alfian ditemui di gedung DPRD, Kamis (04/06).
Alfian yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) I yang meliputi Kecamatan Karawaci dan Tangerang ini mengatakan akan menindaklanjuti laporan masyarakat.
"Nanti kita akan cek, baik perizinanya maupun regulasinya seperti apa. Kalau mengganggu ya kita akan tindak lanjuti," kata dia lagi.
Ia berjanji akan mendalami perihal keluhan warga masyarakat di dapilnya tersebut. "Kenyamanan masyarakat harus diutamakan," tegas Alfian.
(ZIE)
- Sebut Minang dan Jabar Barbar, Abu Janda Dilaporkan IKM Kota Tangerang Ke Polres
- Gubernur Banten: Kepada Para Kepala Daerah, Saya Titipkan Pancasila di Tangan Kalian
- Langgar Perda, Fasilitas Hiburan Hotel Aston Diminta Dihentikan Sementara
- Komisi I DPRD Kota Tangerang Apresiasi Aksi Pembimas Buddha se-Banten
- Putusan PHI Serang PT Maraco Agri Technology Membayar Hak Pekerja
- Paguyuban Asep Dunia DPW Banten Ucapkan Selamat atas Kenaikan Pangkat Komjen Asep Edi Suheri
- Lepas Sambut Kajari, Pradhana: Kami Dukung Pembangunan Kota Tangerang





