BANTENEXPRES - Sachrudin-Maryono, duet politisi ganda campuran partai politik Golkar dan PDI Perjuangan pada tanggal 20 Februari 2025 lalu dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang masa jabatan 2025-2030.
Pelantikan ini menjadi momen bersejarah dalam pemerintahan Republik Indonesia. Pasalnya pelantikan dilakukan serentak; gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota seluruh Indonesia hasil Pilkada 2024.
Hari ini, Jumat tanggal 20 Februari 2026, Sachrudin-Maryono genap satu tahun menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang. Tak terasa keduanya sudah melalui satu tahun perjalanan memimpin kota dengan julukan seribu industri sejuta jasa ini.
Sachrudin-Maryono dalam janji politiknya menggelontorkan program unggulan, yakni "3G" (Gampang Kerja, Gampang Sekolah dan Gampang Sembako). Program ini digadang-gadang sebagai sebuah public policy alias kebijakan publik demi mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Tangerang.
Dalam kurun satu tahun mereka memimpin Kota Tangerang, program [3G] diklaim telah berhasil berjalan cukup baik meski para pengamat menilai belum terealisasi dengan maksimal.
Dalam catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Pemkot Tangerang berhasil membuktikan program unggulan ”Gampang Kerja” telah menurunkan angka pengangguran terbuka secara signifikan, yakni 5,88 persen (2025) dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,92 persen (2024).
Pemkot Tangerang juga berhasil menyerap 2.034 pencari kerja lewat program Job Fair selama setahun terakhir. Pemkot Tangerang juga berhasil menyalurkan 6.206 pencari kerja lewat 116 Bursa Kerja Khusus (BKK) di tahun 2025.
Selanjutnya pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang meningkat dari 5,04 persen di 2024 menjadi 5,20 persen di 2025. Sementara tingkat kemiskinan menurun dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.
Masih dalam laporannya, sepanjang tahun 2025, sektor pertanian kota juga menghasilkan 846 ton beras, 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah, memperkuat ketahanan pangan lokal.
Pertanyaanya kemudian, bagaimana publik Kota Tangerang dapat merasakan klaim keberhasilan tersebut?. Ini yang harus mampu dijawab oleh Sachrudin-Maryono sekaligus menjadi tantangan kepemimpinan mereka empat tahun kedepan.
Bukan lagi dengan ala kampanye politik tapi dengan data faktual. Pendidikan mudah diakses, angka pengangguran turun, tingkat daya beli masyarakat bertumbuh, kesehatan mudah, bukan malah sebaliknya masyarakat perih, cari kerja susah sekolah mahal.
Dan, yang tak kalah penting, tugas berat Sachrudin-Maryono adalah menuntaskan persoalan sampah dan banjir di Kota Tangerang. Pekerjaan ini menanti sentuhan kebijakan yang harus dibuktikan dengan konsep dan aksi nyata bukan sekedar polesan politik kekuasaan.
Sebagai tokoh senior birokrat Kota Tangerang Sachrudin kerap menyampaikan argumentasi, "Untuk membangun Kota Tangerang kita tidak bisa sendiri. Butuh kolaborasi, butuh sinergi, inovasi dan kreasi. Demi mewujudkan Kota Tangerang yang kita cintai".
(ZIE/GUNG)
- Seba Baduy 2026 Banten Menarik Perhatian Kedutaan Besar Negara Asing
- Berikut Jadwal Seba Baduy 2026: Lebak-Pandeglang-Serang
- Gubernur Banten Rayakan Idulfitri Bersama Yatim Piatu dan Dhuafa
- Jalanan Rusak di Kota Tangerang Sachrudin Salahkan Air: Musuh Bebuyutan Aspal
- Banjir, Macet Hingga Jalan Rusak Mendegradasi Sachrudin, Pengamat: Tiga Dinas Under Perform, Berantakan!
- Wali Kota Tangerang Diminta Mundur Jika Tidak Mampu Atasi Banjir
- Anggota DPRD Kota Tangerang Minta Pemprov Banten Bangun TPA Regional atasi Sampah





