Lapsus
Jumat 06 September 2019 15:08
Tasyakuran anggota DPRD Provinsi Banten, Jazuli Abidllah, di Banksasuci, Selasa (03/09). (FOTO: dok Banksasuci)
\"Share

BANTENEXPRES – Lengkap sudah seluruh wakil-wakil rakyat se-Banten dilantik dan diambil sumpah jabatanya menjadi anggota legislatif alias DPRD, baik Kota/Kabupaten hinggga DPRD Provinsi. Mereka terpilih hasil pemilu 2019 lalu untuk masa jabatan 2019-2024.

Seperti 85 orang untuk DPRD Provinsi Banten dikukuhkan pada, Senin (02/09) kemarin, di gedung DPRD setempat, Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug Kota Serang. Diketahui Gerindra memperoleh kursi terbanyak yakni 16 kursi, PDIP 13 kursi, PKS dan Golkar 11 kursi, Demokrat 9 kursi, PKB 7 kursi, PAN 6 kursi. Selanjutnya PPP 5 kursi, Nasdem 4 kursi, Hanura 1 kursi, PSI 1 kursi dan Partai Berkarya mendapatkan 1 kursi.

Sementara, anggota DPRD Banten dari partai Demokrat Jazuli Abdillah asal dapil Tangerang I, selain dilantik menjadi wakil rakyat juga mendapatkan gelar ‘Pak Haji’ [semoga menjadi haji mabrur]. Tentu saja hari itu, adalah hari yang sangat spesial hari yang amat membahagiakan baginya.

Dimana ia [Jazuli Abdillah] baru saja menunikan rukun Islam yang ke-5, naik haji. Sepulangnya dari tanah suci, dia langsung dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Banten. Sungguh moment yang sangat berarti tentunya. Congrats!.

Dijumpai awak BantenExpres baru-baru ini, di komunitas Saung Banksasuci [Bank Sampah Sungai Cisadane] bantaran sungai Cisadane, Cibodas Kota Tangerang. Jazuli nampak terlhat ceria happy segar, dengan gaya rambut yang masih sedikit ‘berbau’ tanah suci, alias gundul saat ia lepas kopiah putihnya.  

Malam itu dalam suasana rileks sembari menikmati secangkir teh hangat dan kopi hitam dibawah kesejukan alam, bersama rekan aktivis lingkungan hidup juga dihadiri kolega dan kawan-kawan seperjuanganya. Jazuli bercerita ketika ia melaksanakan ibadah haji di tanah suci Makah, tanah yang sangat dinanti dan dirindukan ummat Islam diseluruh dunia. Semoga giliran kita selanjutnya kesana, yah. Aaminn...

Baginya, pengalaman ibadah yang luar biasa berada dan bisa menginjakan kakinya di tanah suci Makah Al-Mukaromah. “Alhamdulillah, lega rasanya bisa kembali lagi ke tanah air dengan selamat, setelah berjuang [baca-ibadah] selama satu bulan lebih ditanah suci Makkah. Sungguh pengalaman ibadah yang luar biasa,” ujar Jazuli.

Acara Tasyakuran yang dipandu oleh Founder Banksasuci Uyus Setiyabhakti itu nampak penuh keakraban nan kehangatan. Jazuli Abdillah terlihat terus melempar senyum dari atas kursinya, sembari diiringi musik dan nyanyian sosial dari penyanyi sentrik Banksascui ‘bukan Iwan Fals’.

Jazuli juga mengungkap sedikit saat peristiwa wafatnya ulama besar tanah air, yakni KH Maimun Zubair atau yang kerap disapa ‘Mbah Moen’. Yak beliau wafat ditanah suci pada saat musim haji tahun ini yang membuat kembali kita berduka, kehilangan sosok ulama besar Indonesia penuh kharismatik.   

Ia [Jazuli] bercerita ketika prosesi pemakaman ‘Mbah Moen’ betapa riuh penuh haru. Semua orang yang berada saat itu turut serta ikut mendokan kepergian Mbah Moen. Semua jemaah ikut mendoakan Mbah Moen, berebut ingin menggotong jenazah kyai, menurutnya.

“Saya juga sempat melihat Habieb Rizik pada prosesi itu, benar dia mendoakan. Jadi tidak ada itu rumor rebutan doa, jangankan Habieb Rizik, semua orang siapa saja ikut mendoakan Mbah Moen waktu itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Walikota Tangerang Ajak Dewan Baru Untuk Bersinergi

Diawal sambutan, Jazuli bercerita betapa keagungan kehabatan Kabah sungguh dahsyat saat dia bersama jutaan umat Islam lainnya menyaksikan kemegahanya di Masjidil Harram. Kata dia, musim haji bagi seluruh umat muslim di dunia adalah pencapaian ibadah yang tiada duanya, tak henti-henti semua bersyukur kepada Allah SWT yang telah mencurhakan rahmat dan karunia-Nya didepan Kabah.

“Jadi yang membedakan ibadah haji dengan umroh itu adalah kita melakukan tawaf, wukuf di Arafah, sai dan memotong rambut. Dan moment ini terjadi setahun sekali, yaitu  di bulan Zdulhijah. Berbeda dengan ketika kita melakukan ibadah umroh yang itu bisa dilakukan kapan saja, umroh tidak ada rukun wukuf di Arafah,” Jazuli menjelaskan.

Kemudian, Jazuli yang diketahui aktivis HMI ini juga bercerita soal kebersamaan umat Islam yang datang dari berbagai belahan dunia dengan ragam suku, ras, hingga bahasa yang berbeda-beda berkumpul bersama di tanah suci tanpa saling bully ejek seperti kebanyakan terjadi saat ini seperti di media sosial yang kerap mengundang gaduh saling tuduh.

“Bahkan disana [tanah suci] tuh yah-sholat aja ada yang berbeda gerakanya. Tetapi kita semua saling menghargai menghormati perbedaan itu. Tidak ada saling membeda-bedakan, mau pejabat kek atau petani kek semua sama disana,” ujarnya.

“Bahkan saya saksikan sendiri, Menteri agama waktu itu sholatnya berada shaffnya paling belakang bersama masyarakat biasa lainnya. Jadi tidak ada istilah loe menteri loe anak pejabat loe pedagang, semua sama, kita semua beribadah dalam satu keyakinan. Inilah kehebatan ummat Islam itu,” cetusnya.

Sementara, pemandu acara Uyus Setiabhakti menyodorkan pertanyaan ringan kepada pak haji dewan [Jazuli] ini, tentang bagaimana rasanya saat terpilih menjadi wakil rakyat, saat dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Banten.

Jazuli dengan tegas menjawab, bahwa dirinya menjadi wakil rakyat juga bagian dari  tujuan beribadah. Ibadah kepada rakyat, mengabdi kepada masyarakat dalam rangka membangun Indonesia khususnya Banten. Bukan semata-mata ingin menjadi pejabat publik lalu kemudian ingin dihormati orang banyak.

Yah betul kang Uyus, menjadi wakil rakyat atau anggota DPRD itu juga bagian dari celah ibadah. Semua yang kita kerjakan yang kita lakukan pasti punya nilai ibadah, ini adalah celah ibadah kita kepada Allah SWT tak hanya saat kita melakukan ibadah haji saja, beribadah itu. Mau jadi anggota dewan atau jadi wartawan pasti punya nilai ibadah,” ucap Jazuli sembari diirngi tawa ringan.

“Sekali lagi, saya minta doanya kepada kawan-kawan semua. Semoga saya bisa menjaga amanah menjadi wakil rakyat ini. Saya tidak menjadi sombong, tidak melupakan kawan-kawan tidak lupa kepada masyarakat. Silakan kritik saya, karena kita semua butuh masukan [kritik] agar tidak lalai,” demikian Jazuli Abdillah. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek