BANTENEXPRES - Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengapresiasi antusiasme dan kekritisan siswa SMAN 6 Pandeglang, Banten, dalam mengikuti kegiatan Literasi Parlemen, Edu Day Perpustakaan DPR RI.
Pertanyaan para siswa menunjukkan bahwa generasi muda telah memiliki perhatian terhadap isu kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, menurut dia.
Hal tersebut disampaikan Rizki saat menghadiri kegiatan yang diinisiasi oleh Perpustakaan DPR RI di SMAN 6 Pandeglang, Banten, pada Jumat (18/09) kemarin.
Kegiatan tersebut merupakan program edukasi yang memperkenalkan fungsi, tugas, dan peran DPR RI sekaligus meningkatkan literasi keparlemenan, informasi dan digital bagi pelajar.
Politisi partai demokrat ini menilai antusiasme siswa terlihat dari beragam pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan. Salah satunya mengenai program beasiswa, termasuk persyaratan untuk memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah.
"Yang saya kaget, mereka sangat melek politik dan justru menanyakan saya terkait dengan program-program pemerintahan, salah satunya program beasiswa. Persyaratannya seperti apa untuk mendapat KIP Kuliah, untuk mendapatkan KIP dan lain sebagainya," ujar Rizki dikutip BantenExpres dari laman parlementaria, Senin (21/09).
Lanjut dia, pertanyaan tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan publik tidak dipahami generasi muda sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Persoalan pendidikan, kesempatan memperoleh beasiswa hingga kebijakan pemerintah merupakan bagian dari isu yang mereka rasakan dan menjadi perhatian sehari-hari.
Ia juga mengapresiasi keberagaman aspirasi yang muncul dari para siswa. Selain berbicara mengenai pendidikan, para pelajar menyampaikan ketertarikan terhadap dunia usaha, peternakan, perikanan hingga keinginan untuk menjadi anggota legislatif.
"Banyak yang pengen jadi pengusaha di bidang peternakan, perikanan, kemudian ada yang mau menjadi anggota legislatif. Kemudian tadi menanyakan tentang kebijakan pendidikan di pemerintah, undang-undang dan lain sebagainya,' jelasnya.
Politisi asal dapil Banten I tersebut pun berharap pemahaman yang diperoleh siswa tidak berhenti pada pengetahuan mengenai kelembagaan, tetapi dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi secara lebih kritis dan konstruktif.
"Jadi dari dini, dari usia bangku sekolah sudah harus mulai melek politik. Dan saya rasa mereka semua sebenarnya melek politik, cuma politik mereka politik tentang kebijakan yang berdampak sehari-hari dan lain sebagainya," tutup Rizki.
(MUH)
- Presiden Prabowo Copot Menkeu Purbaya, Suahasil Naik
- Gubernur Banten Sampaikan Duka Mendalam Musibah Gempa NTT
- Baleg DPR RI Bakal Atur Karya Jurnalistik di RUU Hak Cipta
- DPR Usul Kepala Daerah Diberikan Insentif 20 Persen dari PAD Agar Tidak Korupsi
- MK Putuskan: Pemilihan Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat
- Mediasi Gugatan Hasil Muktamar XXI Mathla'ul Anwar Berakhir Deadlock
- Politisi Golkar Soroti Perhatian Negara Masih Rendah pada Nasib dan Kesejahteraan Guru





