Lapsus
Senin 13 Januari 2020 20:03
Habib Salim Segaf Aljufrie bersama rombongan tinjau lokasi terdampak banjir Lebak, Senin (13/01). (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

LEBAK - Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufrie, Senin (13/01) meninjau lokasi bencana banjir bandang di Kampung Somang, Kecamatan Sajira, Lebak, Banten. Turut mendampingi Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Ketua DPW PKS Banten Sanuji Pentamamarta, serta Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu.

Pada kesempatan ini ia meminta kepada para relawan PKS dilokasi, tidak hanya memberikan bantuan secara materi tapi juga memberikan bantuan secara psikososial lewat pendekatan agama.

"Saya yakin bukan hanya membersihkan (masjid atau mushala) saja. Tapi pendekatan sisi trauma masyarakat, para pakar di bidang itu juga akan kita turunkan," kata Habib.

Kerja-kerja sosial yang dilakukan relawan PKS, kata dia, merupakan suatu kebanggaan yang Insya Allah akan terus PKS pertahankan. 

"Insya Allah yang namanya berkhidmat untuk rakyat bukan hanya tagline. Bukan hanya retorika. Tapi di lapangan kita menyaksikan semua," ucap Habib.

BACA JUGA: Ketua PKS Banten Dirotasi Menjadi Staf

Ia juga menegaskan akan memerintahkan wakil rakyat di Fraksi PKS DPR untuk serius memperjuangkan nasib korban banjir dan memberikan solusi dampak bencana di Lebak. "Saya perintahkan Ketua Fraksi Partai Keadilan untuk memperjuangkan di DPR agar dapat diselesaikan sebaik-baiknya," tutur Habib.

Kedatangan eks Menteri Sosial RI  ke Lebak bersama rombongan juga menyalurkan bantuan dan berbincang dengan warga [korban] yang terdampak banjir.

"Saya ingin melihat langsung dari dekat apa yang bapak-bapak dan ibu-ibu rasakan. Karena kita ini semuanya juga bersaudara. Satu bangsa, satu negara, dan apa yang ibu rasakan pun insya Allah juga kita rasakan," tutur Habib dihadapan warga.

Sementara, Ketua DPW PKS Banten Sanuji Pentamarta memaparkan data desa yang tenggelam akibat banjir bandang di Lebak.

BACA JUGA: Presiden Minta Gubernur Banten Hentikan Penambangan Emas Ilegal di Lebak

"Kampung ini kedepan akhirnya memang akan menjadi bagian dari bendungan besar Karian. sebanyak 16 desa terendam, 13 desanya di Sajira, jadi setengah dari Sajira akan hilang terendam Karian," ujar Sanuji kepada rombongan memberikan keterangan.

Dia pun meminta agar pemerintah segera memberikan perhatian terhadap korban banjir di daerah terdampak. "Kita ingin para korban yang terendam ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat, bukan saja ganti rugi tapi juga ganti untung. Lebih cepat ganti untung lebih baik," kata dia dalam keterangan tertulis diterima BantenExpres, Senin (13/01).

Aleg DPRD Provinsi Banten ini menambahkan, musibah banjir bandang dan longsong di Lebak yang terjadi pada awal tahun 2020, merupakan bencana banjir terbesar yang melanda wilayah ini. 

Seperti diketahui, Pemerintah memutuskan untuk memberikan bantuan kepada korban musibah banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang menerjang sejumlah daerah di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta pada awal tahun 2019 lalu.

“Sesuai dengan perintah Presiden, yaitu dukungan untuk rumah rusak berat sebesar Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, di Jakarta. Rabu (08/01). (RHMT/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek