Hukum_Kriminal
Sabtu 05 Oktober 2019 15:06
Walikota Tangerang Arief Wismansyah dalam kesempatan di pasar tradisional. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG – Aktivis yang konsen terhadap pelbagai persoalan di Kota Tangernag, Saipul Basri, mendesak Walikota Kota Tangerang untuk segera mencopot puluhan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga telah melakukan pelanggaran. Yakni menggunakan jasa Joki dalam mendapatkan proses sertifikasi pengadaan barang dan jasa.

“Mereka para pejabat eselon III yang menggunakan jasa joki telah membuat malu Kota Tangerang, mereka harus di copot, mereka harus mundur dengan segera,” cetus Saipul kepada BantenExpres di Tangerang, Sabtu (05/10).

Bila desakan tesebut tidak diindahkan oleh Pemkot Tangerang, ia bersama puluhan aktivis lainnya mengancam akan turun ke jalan.

“Betapa di Kota Tangerang dimana kota dengan julukan Ahlaqul Karimah ini, tapi nyatanya para pejabatnya telah berbuat yang memalukan, mencoreng Kota Tangerng, luntur nilai-nilai kejujuran mereka,” ucap dia.

Menurut dia, apa yang bisa diharapkan dari para pejabat seperti itu, yang dalam meniti karirnya bermain curang alias tidak jujur. “Padahal selaku aparatur pemerintah, seharusnya mereka memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Bukan malah sebaliknya melakukan tindakan kecurangan,” kata dia.

Apa yang dilakukan puluhan pejabat Kota Tangerang, dengan memakai jasa joki tersebut menunjukan mental pejabat tersebut telah rusak, menurut dia.

BACA JUGA: Ironi, ADA APA DENGAN KOTA TANGERANG?

“Padahal, Kota Tangerang telah bersusah payah menciptakan kota yang berakhlakul karimah. Tapi masih ada mental-mental pejabatnya yang bobrok,” cetus Marsel-sapaan akrabnya.

“Inikan sama saja mencoreng muka sendiri. Walikota Tangerang harus bertindak tegas. Berikan sanksi yang berat, karena ini indikasi awal tindak pidana korupsi, dengan berupaya membohongi publik,” kata Marsel.

“Terakhir, Walikota Tangerang harus membuka kepada publik, siapa saja mereka para pejabat Eselon III itu yang menggunakan jasa Joki. Harus transparan jangan ditutup-tutupi ini demi kebaikan Kota Tangerang juga," tambah Marsel.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo prihatin atas terbongkarnya penggunaan Joki oleh puluhan pejabat Kota Tangerang, saat pelatihan sertifikasi pengadaan barang dan jasa beberapa waktu lalu.

Hal itu dapat menciderai semangat birokrasi Pemkot Tangerang, yang mengusung kota Akhalakuk Karimah, menurut politisi PDI Perjuangan ini.

“Keprihatinan yang dalam, karena terjadi pada kalangan birokrasi yang notabene nya para pemangku jabatan strategis dan golongan tinggi. Yang seharusnya mencerminkan keteladanan dalam transparansi, akuntabilitas, kualitas pelayanan, dan kepercayaan,” kata Gatot kepada awak media kemarin.

Sebelumnya, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP akan memberi sanksi pencabutan sertifikasi hingga blacklist kepada 28 pejabat Pemerintah Kota Tangerang.

Sanksi karena ke-28 pejabat itu karena ditemukan menggunakan joki dalam proses pelatihan dan sertifikasi pengadaan barang dan jasa. "Kami mencabut sertifikasi orang-orang yang pakai joki itu," kata Kepala LKPP Roni Dwi Susanto kepada wartawan, baru-baru ini. (ZIE/DIR)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek