Lapsus
Jumat 13 Maret 2020 10:26
Jazuli Abdillah, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Banten. (FOTO: Facebook)
\"Share

TANGERANG - Dunia sedang dihebohkan oleh virus corona [covid-19] yang awalnya menyebar di Wuhan, China. Kini berbagai negara di dunia juga mengabarkan telah terjangkit corona dan tak sedikit yang meninggal dunia.

Tak terkecuali dengan Indonesia, dilaporkan puluhan orang terjangkit positif virus corona dan satu dinyatakan meninggal dunia. Sampai Rabu (11/03) sore, pasien positif terpapar corona di Indonesia menjadi 34 orang, kata jubir pemerintah penanganan virus corona, Achmad Yurianto.

Sementara itu, tanah jawara Banten pun tak luput dari serangan corona virus ini. Pada Kamis (12/03) Gubernur Banten Wahidin Halim melaporkan langsung, bahwa warganya ada yang terdampak positif corona. Mereka terjangkit setelah bepergian ke Malaysia dan Bali.

Terkait corona ini, anggota Komisi I DPRD Provinsi Banten, Jazuli Abdillah, meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat serta menjaga lingkungan yang bersih, dan ikut serta mensosialisasikan pencegahan virus corona.

“Karena namanya virus, maka yang dicarinya adalah daya tubuh yang lemah, mudah ditular dan tumbuh subur pada lingkungan yang kotor, termasuk virus corona. Itu standar umum yang terjadi,” ujar Jazuli. 

BACA JUGA: Dua Warga Banten Kena Corona, Gubernur Minta Masyarakat Tidak Panik

Menurutnya, daya imun tubuh harus kokoh, sehat dan lingkungan harus bersih. Bila ini rutin dilakukan bahkan sudah menjadi budaya masyarakat, dengan sendirinya akan menjadi benteng pertahanan tubuh yang mampu menolak datangnya virus corona.

“Nah, untuk membangun budaya lingkungan sehat, bersih dan berpikir positif dan optimis itu perlu dilakukan secara simultan dengan melibatkan berbagai pihak, pemerintah melalui dinas kesehatan, lingkungan hidup, kebersihan,” kata dia.

Sampai pada struktur pemerintah terbawah, lurah, kepala desa, RW/RT, juga para tokoh masyarakat, institusi masyarakat formal dan informal harus terus mensuarakan atau mensosialisasikan ke semua lini, sambung Jazuli.

“Bahkan para ustadz melalui mimbar ceramah, khotbah sebagai sarana informasi masyarakat yang mencerahkan,” ucapnya. “Jadi jangan sampai terjadi suasana panic buying, semua orang reaktif termasuk pemerintah,” lanjut politisi Demokrat ini.

BACA JUGA: Sepekan Kota Tangerang Dilanda Banjir, Ketua Komisi I DPRD Banten Prihatin

Wakil rakyat asal dapil Kota Tangerang ini juga berharap, momentum inilah saatnya berbagai organisasi kemasyarakatan yang selama ini mengklaim memiliki pengurus dan anggota untuk hadir, membantu upaya pencegahan dan pencerahan serta membangun kondusifitas di masyarakat.

“Jadi tidak sekedar melakukan aktivitas yang formalistik atau simbolis saja. Sekarang, di hadapan mata kita ada lahan terbuka yang membutuhkan partisipasinya,” sentil Jazuli kepada BantenExpres melalui pesan singkatnya, di Tangerang, Jumat (13/03).

Sebagai informasi, hingga Rabu (11/03) kemarin kasus virus corona secara global telah mencapai lebih dari 110.000 kasus, dengan kematian lebih dari 4.000 orang. Sebagian besar kasus terjadi di Hubei, China, provinsi tempat wabah bermula.

Data yang dikumpulkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan laporan media menunjukkan tingkat kematian di China terus melambat. Tiga negara yang dengan kasus terbanyak adalah Korea Selatan, Iran, dan Italia. WHO juga menetapkan wabah virus corona ini sebagai pandemi. (ZIE/EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek