Lapsus
Jumat 07 Februari 2020 10:36
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Asep Hidayat. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG - Banjir yang melanda beberapa titik di Kota Tangerang sudah terjadi hingga sepekan ini. Berbagai cara dan langkah dilakukan pemerintah daerah dalam upaya menanggulangi banjir dan berbagai dampaknya.

Banjir melanda seperti di RW08 Periuk Damai Kecamatan Periuk, menyebabkan rumah-rumah warga nyaris tenggelam, hanya meninggalkan atapnya saja. Akibat meluapnya sungai Cirarab ditambah jebolnya tanggul Situ Bulakan. Banjir juga menghantam Perumahan Garden City Residence dan Total Persada akibat luapan kali Ledug.

Pada, Kamis (06/02) kemarin, Pemkot Tangerang mengerahkan sebanyak 23 mobil tangki air dengan kapasitas 6000 liter, serta 46 petugas untuk membantu menyedot air yang menggenangi rumah warga di Periuk Damai itu. Demikian upaya Pemkot Tangerang atasi banjir.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Asep Hidayat, angkat bicara terkait persoalan banjir yang kerap melanda beberapa wilayah di Kota Tangerang.

Dijumpai awak media ini, Asep mengaku sangat prihatin dengan kondisi banjir  di Kota Tangerang hingga membuat warga menjadi korban, seperti di Kecamatan Periuk dan juga sering terjadi di Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas,.

Menurutnya, banjir yang sudah menjadi langganan di Kota Tangerang juga akibat terjadinya penyempitan aliran sungai, akibat sendimen sungai yang tinggi sehingga debet air tidak lagi tertampung.

BACA JUGA: Lagi, Banjir Landa Kota Tangerang Ibu Hamil Dievakuasi

“Sementara sekarang ini pemerintah daerah terus membangun turap dan bikin turap terus. Padahal sebetulnya yang mendasar adalah pendangkalan sendimen yang tinggi yang sudah parah di tiap aliran sungai. Itu permasalahanya,” tutur Asep kepada BantenExpres, di Tangerang Rabu (05/02) kemarin.

Selain itu, ia juga berpendapat sebaiknya anggaran-anggaran untuk penanggulangan banjir di Kota Tangerang lebih difokuskan mengeruk pendangkalan-pendangkalan disetiap aliran sungai.

“Jadi menurut saya sekarang ini, fokuskan aja anggaran itu untuk mengeruk pendangakalan-pendangkalan disetiap aliran sungai, mungkin tidak akan parah. Kalau sendimen sungainya sendiri sudah tiga meter berarti debet airnya hanya satu meter. Coba ini digali, ini masalahnya,” kata wakil rakyat asal pemilihan Dua Kota Tangerang ini.

Tak hanya disana dalam mengatasi banjir di Kota Tangerang, Asep mengatakan Pemkot tangerang harus segera mencarikan solusinya untuk jangka panjang, dengan melibatkan berbagai kepentingan, pemerintah provinsi dan pusat.

“Kita harus duduk bersama, terintegerasi antara pemeritah daerah Kota Tangerang, Pemprov Banten dan juga  pemerintah pusat. Kalau anggaranya besar hayo kita bareng-bareng, berembug,” ujar politikus partai Demokrat ini.

Asep juga mengungkap selama ini Pemprov Banten/DPRD Banten belum pernah diajak duduk bareng oleh Pemkot Tangerang membahas persoalan banjir. “Karena kan sungai-sungai yang ada di Kota Tangerang itu juga kewenangan pusat. Persoalan banjir ini harus betul-betul dibahas secara komprehensif,” ucap Asep.

BACA JUGA: 'Harta Gono Gini' Pemkab Tangerang Direbutkan Pemkot Tangerang

Bahkan ia pesimis persoalan banjir di Kota Tangerang tidak akan pernah tuntas kalau pendangkalan sungai-sungai tidak segera dibenahi, kalau penangananya terus pada penanganan tanggul. Sementara minim kantong-kantong air karena habis oleh pembangunan.

“Jangan sampai seolah-olah pemerintah daerah memandang banjir itu kejadian alam. Kan gak tiap hari pikir meraka, ingetnya doang waktu naik perahu, lihat korban dan para pengungsi. Udah kemarau pemerintah lupa, itu masalahnya budaya birokrasi kita masih seperti itu,” cetusnya.

“Harus ada planning jangka panjang, harus memiliki visi misi konsep. Bagaimana kedepan agar tidak terjadi lagi banjir. Jangan terkesan, ya sudahlah banjir itu musibah. Terkadang banjir sudah jadi kalender tahunan. Saya prihatin banjir terulang terus, kasihan masyarakat menjadi korban. Banyak kerugian materi dan immateri disana,” tandas Asep Hidayat.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan akan mengupayakan seluruh dinas terkait untuk menangani banjir yang tidak surut selama enam hari tersebut.

"Paling lambat Minggu juga sudah bisa surut," ucap Arief kepada awak media, Kamis (06/02). Wali Kota juga meminta dukungan, partisipasi, dan doa masyarakat agar Pemkot Tangerang bisa bekerja maksimal menangani banjir di Kecamatan Periuk ini. (ZIE/EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek