Lapsus
Senin 08 Juni 2020 22:34
Bansos Covid-19 dinilai semrawut, elemen masyarakat melakukan aksi di Kantor Wali Kota Tangerang, Senin (08/06). (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG – Sejumlah aktivis bersama warga Kota Tangerang menuding Pemerintah Kota Tangerang telah memberikan harapan palsu, terkait bantuan sosial langsung tunai (BLT) dalam penanganan Covid-19.

Berbagai elemen diantaranya, PATRON, GAIB Perjuangan, GEMPUR dan sejumlah warga masyarakat Kelurahan Batu Sari Kecamatan Batu Ceper, menggelar Aksi di depan Kantor Wali Kota Tangerang, Senin (08/06) ini menuntut keadilan.

Sekjen Patriot Nasional (PATRON) Kota Tangerang, Saipul Basri, dalam orasinya mendesak Pemkot Tangerang segera merealisasikan BLT yang dianggarakan Pemkot senilai Rp.144 milliar untuk jaring pengaman sosial (JPS) bagi warga tedampak Covid-19.

“Dan pemerintah daerah lah yang seharusnya hadir lebih dahulu. Kalau anggaran daerah ada dan sudah disiapkan, kenapa harus menunggu-nunggu bantuan yang dirasa belum jelas,” kata dia dalam orasinya.

BACA JUGA: PSBB Episode Ketiga, Masih Ada Warga Kota Tangerang yang Belum Terima Bansos

Pihaknya juga mendesak Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang untuk dicopot karena dinilai mandul. “Kami nilai Dinsos Kota Tangerang mandul. Jelas, Kenapa? Karena statement yang mereka buat gak rasional,” cetus dia.

“Masa bantuan dari luar mencukupi, sementara bantuan Pemkot Tangerang akan dialihkan untuk infrastruktur fisik. Ini kan gak rasional,” kata dia lagi.

“Seharusnya Pemerintah Kota Tangerang lebih prioritas penanganan sosial saat pendemi. Kami minta Kepala Dinas Sosial dicopot,” demikian Marsel-sapaan akrabnya.

Sementara itu, DPRD Kota Tangerang mendesak Pemerintah Kota Tangerang untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak Covid-19 sesuai dengan pendataan yang telah diverifikasi.

BACA JUGA: Aktivis: Kemana Uang Covid-19 Kota Tangerang?

"Saya mengingatkan kepada Pemkot agar segera bansos yang sudah dilakukan pendataan segera didistribusikan," ujar Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo, kepada wartawan di Tangerang, Senin (08/06).

Kepada media, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi menuturkan, data penerima bansos terdampak COVID-19 seluruhnya sudah ter-cover dari pemerintah pusat dan Provinsi Banten sebanyak 165 ribu lebih keluarga.

Bahkan, kata dia, data tersebut melebihi kapasitas penerima yang berhak. "Jadi, kalau sudah semuanya ter-cover dari pusat dan provinsi, bantuannya (dari Pemkot Tangerang) buat siapa lagi?," ucap dia. (EDY/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek