Lapsus
Jumat 24 April 2020 18:09
Pemprov Banten tetapkan 15 titik guna membatasi arus mudik di Banten. (FOTO: IST)
\"Share

SERANG - Pemerintah Provinsi Banten berama stakeholder menetapkan 15 lokasi guna membatasi arus mudik  di Banten. Pembatasan dilakukan menyusul instruksi Presiden Joko Widodo yang melarang mudik lebaran tahun ini.

Gubernur Banten Wahidin Halim menuturkan pembatasan dilakukan guna mempersempit laju penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Menurut dia, pembatasan dilakukan karena Provinsi Banten menjadi jalur utama bagi pemudik dari berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta.

"Perlu dilakukan upaya pembatasan penggunaan transportasi untuk mengurangi tingginya kepadatan pemudik yang dikhawatirkan berakibat pada tingginya potensi penyebaran Covid-19," terang Gubernur Banten dalam siaran persnya, Jumat (24/04).

Gubernur menyebut Pelabuhan Merak dan sejumlah perbatasan misalnya, menjadi jalur utama dan ramai oleh pemudik, terutama pemudik ke arah Sumatera. Dia menyatakan akan mengetatkan arus lalu lintas di sejumlah titik itu.

BACA JUGA: Puasa Ditengah Covid-19, Gubernur Banten Ajak ASN Sisihkan Gaji

Eks Wali Kota Tangerang ini menjelaskan, tidak ada penutupan ruas jalan atau jalan tol selama larangan mudik berlaku. Ia bilang bahwa pihaknya hanya melakukan penyekatan di 15 titik selama larangan mudik berlaku kepada sejumlah kendaraan, terutama kendaraan pribadi dan angkutan umum.

Sementara itu, 15 titik pembatasan itu yakni, satu lokasi di Gerbang Tol Cikupa dengan sekat kendaraan dari arah Merak. Sedangkan 14 sisanya jalur arteri atau non-tol.

14 titik itu meliputi Gerbang Citra Raya (Kabupaten Tangerang), Pasar Kemis (Kabupaten Tangerang), Kronjo (Kabupaten Tangerang), Tigaraksa (Kabupaten Tangerang), Jayanti / Cisoka (Kabupaten Tangerang), Solear / Cisoka (Kabupaten Tangerang), Simpang Asem Cikande (Kabupaten Serang).

Kemudian, Simpang Pusri (Kota Serang), Gayam (Kabupaten Pandeglang), Gerem dan Gerbang Tol Merak (Kota Cilegon), Gerbang Pelabuhan Merak (Kota Cilegon), Pelabuhan BBJ Bojonegara (Kabupaten Serang), Cipanas (Kabupaten Lebak) dan Cilograng (Kabupaten Lebak).

BACA JUGA: Lewat Bisnis, Pemuda di Tangerang Ini Ingin Perjuangkan Nasib Para Petani

Gubernur menambahkan, selain pembatasan, ada pula pelarangan yang berlaku bagi kendaraan yang keluar masuk kota/kabupaten yang tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terpisah, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merek, Hasan Lessy menyampaikan Pelabuhan Merak,Banten, tidak akan melayani penumpang yang akan menyeberang menuju Bakauheni mulai Jumat (24/04) ini.

Namun khusus kendaraan yang mengangkut sembako, bahan kebutuhan pokok dan yang menyangkut hajat hidup orang banyak lainnya akan tetap dilayani. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi.

"Ya, artinya kalau sudah ada warning dari pemerintah seperti itu ya kita menyesuaikan, kita ikuti pemerintah. Kapal operasi secara normal, kalau sudah ada pembatasan kita sesuaikan dengan pemerintah," kata Hasan saat ditemui wartawan, Kamis (23/04). (GUNG/MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek