Hukum_Kriminal
Sabtu 23 Mei 2020 15:42
Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo merilis keterangan kepada media. (FOTO: IST)
\"Share

SERANG - Dipenghujung ramadhan Satgasus Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang penyimpanan narkoba jenis sabu-sabu seberat 821 kilogram di salah satu rumah toko (ruko), Jalan Raya Takari, Lingkungan Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Sabtu (23/05).

Barang haram hampir satu ton tersebut milik jaringan narkotika internasional asal Timur Tengah. "Pengungkapan jaringan narkotika internasional Timur Tengah, yang semalam kami ungkap pukul 18.30 WIB, dengan sabu seberat 821 kg," ungkap Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di lokasi, Sabtu (23/05).

Dalam operasi ini, kata Sigit, pihaknya turut menangkap dua orang diduga pemilik sabu tersebut, yakni BA, warga negara Pakistan dan AS, warga negara Yaman. Mereka berdua pertama kali bertemu di Yaman pada 2000 lalu.

BACA JUGA: Polresta Tangerang Bekuk Sidikat Penipuan Parcel

Ia mengatakan mereka akhirnya memutuskan untuk mengedarkan sabu di Indonesia, setelah berbisnis rempah-rempah. Mereka lantas memilih menyimpan sabu tersebut di wilayah Serang Banten.

"Barang (sabu) baru masuk dua minggu lalu. (Melibatkan WNI) sedang kita kembangkan," ujar mantan Kapolda Banten ini kepada awak media.

Sigit menjelaskan pihaknya telah melakukan penyelidikan sekitar enam bulan untuk membongkar jaringan tersebut. Saat itu, tim Bareskrim Polri mengamankan sebuah kapal serta sejumlah ABK, namun tidak ditemukan sabu.

Menurutnya, penyelidikan terus berlanjut hingga pihaknya menetapkan dan menangkap tiga orang tersangka. Ia mengaku kembali melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menemukan sabu seberat 821 kg yang akan dijual.

BACA JUGA: Eks Petinggi-Petinggi PKS Pimpin Partai Gelora

Sabu tersebut dikemas dalam berbagai tempat, seperti kotak makan sebanyak 491 buah, plastik bening 146 buah, 92 bungkus dengan lakban kuning, dan 88 bungkus dengan lakban cokelat.

"Dilakukan penyelidikan dan pengintaian, target dua orang semalam, sedang memindahkan sabu ke kotak yang sudah disiapkan, anggota tim melakukan penyergapan," terang Jenderal bintang tiga ini.

Para tersangka diancam Pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsider Pasal 114 UU Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek