Lapsus
Selasa 14 April 2020 00:46
Tiga Kepala Daerah di Tangerang Raya, dari kiri Airin, Arief dan Zaki. (FOTO: Dok BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Tiga Kepala Daerah, Kota Tangsel, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, Senin (13/04) melakukan rapat terbatas [Forkopimda] dengan Gubernur Banten guna menindaklanjuti keputusan Menteri Kesehatan perihal penetapan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya.

Dari hasil rapat Gubernur Banten Wahidin Halim bersama Wali Kota dan Bupati di tiga wilayah tersebut diputuskan, PSBB mulai efektif berlaku pada Sabtu (18/04) akhir pekan ini. Dan selama tiga hari menjelang pelaksanaan akan dilakukan sosialisasi PSBB ke masyarakat.

“Kita sepakat, Rabu, Kamis, dan Jumat sosialisasi. Sabtu pukul 00.00 WIB PSBB di Tangerang Raya berlaku,” jelas Gubernur Banten, dalam keterangan persnya, Senin (13/04).

Sementara Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur PSBB di Tangerang Raya, Gubernur menjanjikan tuntas pada Selasa (14/04) ini.

“Rapat Terbatas dengan Forkopimda Tangerang Raya untuk masukan bagi Peraturan Gubernur tentang PSBB. Kita juga punya referensi dengan Pergub DKI Jakarta dan Jawa Barat,” jelas WH, sapaan akrab orang nomor satu di tanah jawara Banten ini.

BACA JUGA: Omnibus Law Melenggang Serikat Buruh Kutuk Keras DPR

Sementara itu, terkait pemberlakuan PSBB terhadap industri, pihaknya menunggu hasil konsultasi dari bupati/wali kota dengan Kementerian Perindustrian. Pemerintah daerah harus memilah industri strategis, industri kesehatan, dan sebagainya yang harus tetap berjalan selama masa PSBB berlangsung.

“Data yang sudah masuk hingga hari ini sebanyak 9.500 karyawan sudah dirumahkan. Bahkan beberapa industri sudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” ungkap eks Wali Kota Tangerang itu.

Sebagai informasi, hingga per 13 April 2020 ini, data dari infocorona.bantenprov.go.id, menunjukan kasus Coronavirus [Covid-19] di Banten alami peningkatan. Tercatat ada 200 kasus positif, 160 dirawat, 13 sembuh dan 27 meninggal. Dan Tangerang Raya dari 8 wilayah se-Banten paling mendominasi kasus wabah pandemik Covid-19.

Merujuk DKI Jakarta yang sudah dahulu menerapkan PSBB, adapun beberapa pembatasan kegiatan-kegiatan yang dilarang dan atau yang masih diperbolehkan, antara lain sebagai berikut;

BACA JUGA: Penghina Presiden Ditangkap Kala Covid-19, SBY Berkomentar

1. Semua fasilitas umum dan hiburan milik pemerintah maupun milik masyarakat dan balai pertemuan, kegiatan sosial budaya dibatasi, pernikahan hanya di KUA, resepsi ditiadakan, perayaan kebudayaan lain seperti khitanan ditiadakan.

2. Pelayanan pemerintahan tetap jalan namun giat perkantoran dihentikan kecuali 8 sektor yaitu: kesehatan, pangan (makanan dan minuman), energi (air, gas, listrik, pompa bensin), komunikasi (jasa komunikasi maupun media komunikasi), keuangan dan perbankan, logistik (distribusi barang), industri yang berhubungan dengan kebutuhan keseharian (ritel, toko kelontong, warung kebutuhan sehari-hari, industri strategi.

3. Bagi sektor-sektor yang dikecualikan tetap menjalankan giat dengan mengikuti protap penanganan Covid-19, Physical Distancing wajib menggunakan masker, ada fasilitas cuci tangan dan bukan merupakan keramaian.

4. Terkait transportasi umum, dibatasi jumlah penumpang perkendaraan umum serta jam operasionalnya. Pembatasan transportasi kuantitas dengan penurunan 50 persen.

5. Pada saat PSBB dilaksanakan, tidak diijinkan adanya kerumunan diatas 5 orang, giat di luar ruangan maksimal 5 orang dan akan diambil tindakan tegas atas pelanggarannya, penertiban dan patroli akan ditingkatkan. Serta meminta kepada masyarakat untuk mentaati ketentuan-ketentuan PSBB. (MUH/ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek