Suara Redaksi
11/09/2012 12:38
\"Share

Akhirnya kekhawatiran itu benar terjadi, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tangerang yang semula akan habis-habisan melawan dinasti Ismet (Zaki Iskandar) kini berbalik mendukung pencalonannya. Pengamat dan dan masyarakat bertanya ada apa ?

 

Seperti diberitakan beberapa media lokal di Tangerang, kepemimpinan dinasti Ismet dinilai gagal, kemudian sang putra mahkota kini maju untuk menggantikan sang ayah. Masyarakat sesungguhnya sudah kecewa, sehingga muncul kemudian rumor bahwa para petinggi partai di Kabupaten Tangerang  bersepakat akan melawan putra mahkota dalam pilkada yang akan segera di laksanakan tahun ini.

 

Beberapa partai besar seperti PDIP, PD, PPP, PAN termasuk PKS sudah sepakat akan melakukan perlawanan demi sebuah perubahan, namun kini partai dakwah itu "selingkuh" alias mendukung Zaki Iskandar, walau secara resmi mungkin belum tertulis dalam sebuah perjanjian kertas tapi sudah dipastikan 99% PKS akan mendukung Zaki Iskandar.

 

Beberapa  petinggi PKS DPD Tangerang konon juga ada yang kecewa berat, namun apalah daya bila secara organisasi sudah putuskan, maka kader partai harus ikuti perintah. Pertanyaannya, mengapa PKS yang selama ini dikenal berkomitmen, amanah dan suka dengan reformasi, kini malah mendukung dinasti yang selama ini dikenal gagal. Seribu pertanyaan muncul, bahkan ibaratnya anak SD pun bisa menjawab, itu karena uang. Dalam istilah PKS tidak ada uang (bayar) ke partai yang ada adalah mahar ha…ha…

 

Apalagi sebelumnya PKS adalah salah satu partai yang mempunyai tradisi selalu ikut "bertarung" dalam setiap event pilkada. Mungkinkah kali ini PKS Tangerang, Banten khusunya sudah tidak mempunyai kader lagi yang benar-benar militan untuk menjadi seoarang pemimpin, atau mungkin juga PKS Kabupaten Tangerang memang benar-benar tidak mempunyai nyali untuk merubah suatu perubahan yang benar-benar didambakan masyarakat Kabupaten Tangerang selama ini. Ataukah mungkin bisa jadi DPW PKS Banten-lah yang "menyetir" DPD PKS Kabupaten Tangerang.

 

Kalau begitu berapa kira-kira mahar yang diterima PKS? Yuk mari kita telisik harga rata-rata perkursi bila seorang akan maju dalam pilkada kemudian menggunakan kuda tunggannya partai. Contoh saja, ada sala satu calon di Kota Tangerang yang ditawari oleh partai X, bila partai mendukung sang calon maka harga per kursi akan dibayar oleh calon berkisar Rp.500 s/d. Rp.2 milyar. Dan perlu dicatat bahwa ini adalah bukan opini tapi realitas diseluruh negeri ini, hanya saja setiap partai berbeda-beda menggunakan bahasanya, kalau PKS mahar, kalau partai x uang kampanye, ada lagi yang bilang uang jatah dan lain sebagainya.

 

Untuk mahar Ahmad Zaki Iskandar ke PKS Kabupaten Tangerang memang tidak ada yang akan bisa buktikan, maaf ibarat “buang gas dari perut”, benar terjadi buang gas dan bau tetapi bentuknya tidak bisa dibuktikan, itulah mahar calon kepada semua partai, sulit dibuktikan, walau bilang para petinggi PKS Tangerang tidak ada komitemen mahar itu, tapi itu adalah kebohongan publik, munafik dan mustahil Zaki tidak membayar partai dakwah ini. Wallahu a'lam.

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek